Prediksi Puncak Arus Balik 24-25 Maret, Kapolda Jabar: Rekayasa One Way Gadog Berlaku Terukur

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan personel dan arus lalu lintas di Simpang Gadog

Rekam24.com, Bogor – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan personel dan arus lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Senin (23/3/2026). Sebagai gerbang utama menuju kawasan wisata Puncak, Simpang Gadog dinilai menjadi titik krusial yang menentukan kelancaran mobilitas warga dan wisatawan.

Dalam kunjungannya, Irjen Pol Rudi memberikan apresiasi khusus kepada Polres Bogor atas inovasi Pos Terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan, tetapi juga ruang rekreasi bagi masyarakat.

“Pos ini sangat humanis, ada nuansa hiburan seperti karakter Aladin. Jadi, masyarakat yang sedang menunggu antrean rekayasa one way bisa beristirahat dengan nyaman di sini,” ujar Irjen Pol Rudi.

Baca Juga : The Jungle Waterpark Bogor Diserbu 9.000 Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026

Terkait kemacetan yang kerap menghantui jalur Puncak, Kapolda menegaskan bahwa penerapan sistem satu arah (one way) kini dilakukan secara lebih terukur. Kepolisian memantau volume kendaraan dari pintu Tol Ciawi serta kapasitas daya tampung di titik-titik krusial seperti rest area Gunung Mas.

“Jika kapasitas di Gunung Mas sudah mencapai 2.500 hingga 3.000 kendaraan, kami langsung lakukan rekayasa. Arus dari bawah akan ditahan, sementara arus dari Puncak diprioritaskan turun untuk menguras kepadatan,” jelasnya.

Langkah menarik lainnya adalah upaya polisi dalam menekan pungutan liar (pungli). Kapolda mengungkapkan bahwa para juru parkir liar atau yang dikenal sebagai “Pak Ogah” kini diberdayakan menjadi Petugas Sukarela Pengatur Lalu Lintas (Supeltas).

Baca Juga : Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami: Pelaku WNA Irak Ditangkap Saat Kabur ke Sumatera

“Sekarang mereka dibina untuk membantu polisi mengarahkan lalu lintas dengan benar. Tidak ada lagi keberpihakan kepada pengendara tertentu hanya karena diberi uang. Ini demi kenyamanan semua pengguna jalan,” tegas Kapolda.

Berdasarkan data terkini, volume kendaraan di jalur Puncak mengalami peningkatan sekitar 3.000 unit sejak pagi tadi dibandingkan hari biasa. Kapolda memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang besar.

“Gelombang pertama diprediksi pada 24–25 Maret, dan gelombang kedua pada 27–28 Maret. Kami terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk kemungkinan penerapan one way skala nasional jika diperlukan,” pungkasnya.

Selain Puncak, Kapolda juga memantau jalur arteri selatan seperti Nagreg dan Limbangan yang masih menjadi titik rawan kepadatan akibat kontur jalan dan aktivitas pasar lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *