Edisi Khusus,#2 Pohon Penjaga Tebing di Bogor, Soal Benda Pusaka, Antara Mitos dan Kesaksian

Pohon pulai, pule atau lame merupakan pohon tropis yang memerlukan banyak air untuk terus tumbuh besar.

Rekam24.com, Bogor -Pohon pulai, pule atau lame merupakan pohon tropis yang memerlukan banyak air untuk terus tumbuh besar.

Pohon teduh yang akarnya kuat mencengkram tanah membuat pohon ini banyak ditemui didaerah tebingan.

Di Kota Bogor pohon ini bisa ditemui diberbagai titik diantaranya di Jalan Ks Tubun Kota Bogor.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Kadis Perumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, memberikan penjelasan dari sisi botani. Ia mengonfirmasi bahwa pohon tersebut adalah jenis Pulai yang memang memiliki karakteristik bunga beraroma kuat, terutama pada malam hari.

Baca Juga : Style Tanpa Ribet: Tren Gaya Busana 2026 yang Nyaman, Fleksibel, dan Tetap Stylish

“Itu pohon Pulai. Kalau pas berbunga memang wangi, utamanya malam hari,” kata Chusnul.

Mengenai status pengelolaannya, Chusnul menjelaskan bahwa meskipun lokasinya berada di area yang bersinggungan dengan jalan nasional, posisi tumbuh pohon tersebut berada di lahan pribadi warga.

Bagi masyarakat yang ingin melihat pohon serupa di Kota Bogor, Chusnul menyebutkan beberapa titik lain, salah satunya berada di depan kantor arsip samping Mall BTM.

Namun, bagi warga Cibuluh, pohon Lame di Kampung Pangkalan tetap memiliki tempat tersendiri, antara fungsi ekologis sebagai penahan longsor dan balutan mitos yang tetap terjaga hingga kini.

Dimata masyarakat pulai bukan sekadar pohon biasa. Bahkan mitos yang berkembang pohon ini juga sempat disinggahi benda pusaka.

Baca Juga : Effortless Beauty: Gaya Makeup Simpel 2026 yang Jadi Andalan Cewek Aktif

Sunandar (48), warga asli Cibuluh, menuturkan bahwa pohon tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan hal-hal mistis. Menurut kepercayaan warga, pernah ada upaya untuk menebang pohon tersebut, namun berakhir tragis bagi pelakunya.

“Mitosnya pernah ada yang mau tebang, malah meninggal. Makanya biar sudah terlihat kering atau menua, tidak ada yang berani menebang, bahkan pihak dinas sekalipun,” ujar Sunandar saat ditemui di lokasi. Selasa, (31/3/26)

Ia juga menambahkan sering melihat fenomena aneh di sekitar pohon tersebut, mulai dari cahaya yang menyala hingga keyakinan adanya benda pusaka yang “turun” ke area pohon.

“Ibaratnya kaya keramat, ada orang sakti atau keris turunnya ke sini,” tambahnya.

Baca Juga : Kembali Terjunkan Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Mendagri Tito: Sasar Pembersihan Sisa Lumpur di Permukiman Terdampak Bencana

Selain sisi mistis, pohon Lame ini dikenal karena aroma bunganya yang sangat menyengat namun harum. Sunandar menyebut, saat sedang berbunga lebat, wanginya bisa tercium hingga ke kawasan Jalan Baru (Jalan KH Sholeh Iskandar).

“Kalau bunganya lagi berguguran itu wangi sekali, mau siang atau malam. Kemarin sempat wangi, tapi sekarang sudah habis bunganya, jadi tinggal daunnya saja,” jelasnya.

Menariknya, keberadaan akar pohon Lame ini dianggap sebagai penyelamat warga dari ancaman bencana. Di tengah kondisi tanah yang rawan, pohon ini diyakini menjadi pengikat tanah sehingga mencegah terjadinya longsor di wilayah tersebut. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *