Rekam24.com, Bogor – Tepat hari ini, Selasa (21/04/2026), masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai simbol perjuangan dan emansipasi perempuan. Di tengah hiruk-pikuk Kota Bogor, semangat Kartini itu terpancar nyata dalam diri Andien Rahmatiyah, seorang perempuan muda yang memilih berdikari di garis terdepan keamanan publik.
Andien bukanlah pegawai kantoran. Ia adalah seorang Park Ranger, penjaga taman yang bertugas memastikan ketertiban di ruang-ruang terbuka hijau seperti Taman Heulang, Alun-Alun, dan Sempur. Di balik seragamnya, tersimpan dedikasi tinggi yang melampaui batasan gender.
Menjadi satu dari hanya lima personel perempuan di antara seratusan rekan pria tidak membuatnya rendah diri. Baginya, Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan pembuktian bahwa perempuan mampu menaklukkan tantangan lapangan yang keras.
Baca Juga : Tegaskan Penertiban PKL di Jalan Heulang, Pemkot Bogor Incar Pemutusan Sambungan Listrik Ilegal
“Saya memilih jadi Park Ranger karena ingin tantangan dan melatih mental. Saya ingin tahu rasanya bekerja di lapangan, panas maupun hujan,” ujar Andien dengan tegas di sela tugasnya menjaga asrinya taman.
Tugas harian Andien menuntut ketegasan sekaligus kelembutan. Ia harus mengimbau pengunjung untuk tidak merokok, menjaga kebersihan, hingga menghadapi gesekan emosional saat menertibkan pedagang asongan. Meski kerap mendapat tatapan sinis, Andien tetap teguh pada aturan demi kenyamanan warga Bogor.
Ia mengaku beruntung karena di instansinya, kesetaraan gender sangat dijunjung. Tidak ada perbedaan perlakuan antara personel pria dan wanita, kecuali penyesuaian jam kerja demi faktor keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa visi Kartini tentang kesetaraan telah mendarah daging dalam sistem kerja di Kota Hujan.
Baca Juga : Diduga Akibat Korsleting Listrik Saat Nyalakan Wi-Fi, 3 Rumah di Gang Kenari Ludes Terbakar
Di sela-sela momen 21 April ini, Andien menitipkan pesan kuat bagi seluruh perempuan: “Pesan aku untuk perempuan yang mau bekerja di luar maupun dalam ruangan, tetaplah tangguh dan teruslah berkarier tanpa henti,” pungkasnya.
Melalui sosok Andien, kita diingatkan bahwa spirit Kartini tetap hidup. Kemandirian dan keberanian adalah “kebaya” paling anggun yang dikenakan perempuan modern dalam menjaga wajah kota hari ini. (Maya Melina)










