Rekam24.com, Pekanbaru – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menginstruksikan penguatan kesiapsiagaan total menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan titik panas seiring masuknya musim kemarau 2026.
“Saya tegaskan, pengendalian karhutla harus mengedepankan deteksi dini. Jangan menunggu api membesar. Begitu hotspot terdeteksi, langsung tangani di lapangan. Kecepatan adalah kunci,” ujar Menteri Hanif saat memimpin apel kesiapsiagaan di Lapangan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Pekanbaru.
Kondisi Riau saat ini berada dalam tren waspada. Hingga 23 April 2026, tercatat ada 840 titik panas, melonjak enam kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Lebih mengkhawatirkan lagi, luas lahan yang terbakar telah mencapai 8.555 hektare, atau meningkat 20 kali lipat dibandingkan tahun 2025.
Baca Juga : Dedie A. Rachim Siap Bawa DPD PAN Kota Bogor Menang di Pemilu 2029
BMKG memprediksi fenomena El Niño lemah hingga moderat akan membuat kemarau tahun ini lebih panjang dan kering. Hal ini meningkatkan risiko kekeringan ekstrem, terutama pada ekosistem gambut yang rentan terbakar.
Menteri Hanif meminta seluruh unsur—mulai dari TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga dunia usaha—untuk memperkuat patroli terpadu. Perusahaan perkebunan juga diperingatkan untuk menjaga tata kelola air di lahan gambut dan memastikan peralatan pemadam siap pakai.
Baca Juga : Kukuhkan Pengurus DPD PAN Kota Bogor, Eddy Soeparno Targetkan Jadi Pemenang Pemilu 2029
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan dukungan penuhnya. Menurutnya, karhutla adalah risiko nyata bagi operasional migas nasional dan keselamatan publik. “Kami telah menyiagakan personel fire brigade dan alat berat untuk memitigasi risiko sejak awal,” tegasnya.
Pemerintah juga memberikan peringatan keras: Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran lahan. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, termasuk ancaman pencabutan izin bagi korporasi yang terbukti lalai atau sengaja melakukan pembakaran.










