Rekam24.com, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi mengumumkan daftar Calon Penerima Penghargaan Kalpataru 2026. Pengumuman ini merujuk pada Peraturan Menteri LHK Nomor 15 Tahun 2025 sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi dalam proses seleksi penghargaan lingkungan tertinggi di Indonesia.
Plt. Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Sinta Saptarina Soemiarno, menyatakan bahwa kandidat tahun ini terdiri dari individu maupun kelompok yang menunjukkan dedikasi luar biasa.
“Kalpataru adalah penghormatan negara bagi pejuang lingkungan yang bekerja nyata menjaga alam dan memberdayakan warga. Seleksi dilakukan objektif agar penghargaan jatuh ke tangan sosok yang benar-benar berdampak,” ungkap Sinta.
Baca Juga : Pelaku Ganjal ATM di Sentul Ditangkap, Polisi Amankan 41 Kartu dari Berbagai Bank
Kategori dan Sosok Inspiratif Para kandidat terbagi dalam lima kategori: Perintis, Pengabdi, Penyelamat, Pembina Lingkungan, dan Kalpataru Yuvan. Beberapa nama menonjol di antaranya:
Wibi Nugraha (Sumut): Konservasi mangrove berbasis silvofishery.
Arief Suharyo (Jateng): Inovasi pengolahan sampah organik “Wirus Tribio”.
Komang Astika (Bali): Restorasi terumbu karang teknologi Biorock.
Aeshnina Azzahra (Jatim – Kalpataru Yuvan): Advokasi global mikroplastik dan limbah impor.
Baca Juga : Jelang Kirab Mahkota Binokasih, Dedie Rachim Ajak Generasi Muda Maknai Filosofi Kepemimpinan Jawa Barat
Ajak Partisipasi Masyarakat Masyarakat kini diberi waktu selama 7 hari kalender sejak pengumuman ditayangkan untuk memberikan dukungan atau sanggahan secara bertanggung jawab. Hal ini krusial demi menjaga kredibilitas dan integritas penghargaan.
Tanggapan dapat disampaikan secara daring melalui portal resmi: SITARU KLH/BPLH – Informasi Tanggapan Kalpataru 2026.
Melalui apresiasi ini, KLH berharap lahir gerakan kolektif yang lebih kuat menuju Indonesia yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.









