Dinkes Kabupaten Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Hanta

Dinkes Kabupaten Bogor meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta atau Hantavirus di tengah masyarakat.

Rekam24.com, Bogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta atau Hantavirus di tengah masyarakat. Virus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus itu dinilai perlu diantisipasi sejak dini melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawaty mengatakan, Virus Hanta dapat menular melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terhirup bersama debu di udara.

“Virus Hanta dapat menyebar melalui paparan urine, air liur maupun kotoran tikus yang terhirup bersama debu di udara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan benda atau area yang terkontaminasi serta gigitan tikus,” ujarnya.

Baca Juga : Mimpi Buruk Samurai Biru: Kaoru Mitoma Absen dari Piala Dunia 2026

Ia menjelaskan, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah gejala yang dapat muncul akibat infeksi Virus Hanta. Di antaranya demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual dan muntah, nyeri perut, batuk hingga sesak napas.

“Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual muntah, batuk hingga sesak napas,” katanya.

Selain itu, Dinkes Kabupaten Bogor juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar guna mencegah berkembangnya hewan pengerat di permukiman warga.

Baca Juga : Kementan Gandeng IPB, Pastikan Kurban Iduladha 1447 H Sehat dan Sesuai Syariat

“Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, menutup akses masuk tikus ke rumah maupun tempat penyimpanan makanan, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah penting pencegahan,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memastikan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat guna mencegah penyebaran penyakit menular di wilayah Kabupaten Bogor. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *