Prabowo Naik Pitam, Tunjuk-Tunjuk Aparat yang Jadi Beking Judi hingga Narkoba: “Harus Koreksi Diri!”

Prabowo Subianto, tidak dapat menyembunyikan kemarahan dan kekesalannya saat memberikan arahan tegas kepada jajaran aparat penegak hukum

Rekam24.com, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tidak dapat menyembunyikan kemarahan dan kekesalannya saat memberikan arahan tegas kepada jajaran aparat penegak hukum dan pertahanan negara. Dengan nada suara yang meninggi dan tangan yang sesekali menunjuk-nunjuk tajam ke depan, Kepala Negara menuntut pembersihan total dari praktik korupsi dan penyelewengan di tubuh Kejaksaan, Kepolisian, serta TNI.

“Kejaksaan dan Kepolisian, tentara, harus koreksi diri! Harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tegas Presiden Prabowo dengan raut wajah tegang dan ekspresi gusar yang mendalam.

Prabowo mengulang pernyataan tersebut beberapa kali untuk memberikan penekanan yang sangat kuat. Beliau mengaku geram karena mendapati laporan adanya oknum aparat yang justru berada di balik berbagai tindak kriminal, alih-alih memberantasnya.

Baca Juga : Diduga Curi Lima Tandan Pisang, Pria di Cileungsi Diamankan Warga

“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi! Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan!” cetus Prabowo sembari mengacungkan jarinya dengan penuh penekanan.

Sambil menahan rasa dongkol, Presiden membeberkan sejumlah sektor ilegal yang selama ini ditengarai dibekingi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Aparat yang beking penyelewengan, aparat yang beking penyelundupan, beking narkoba, beking judi, beking ilegal ini, ilegal itu… Jangan sampai begitu!” seru Prabowo, wajahnya memerah menahan kekesalan atas rusaknya integritas oknum aparat tersebut.

Baca Juga : Gudang Linen dan Laundry The Highland Resort Tamansari Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Prabowo juga sempat menceritakan pengalaman pahitnya saat berada di luar negeri. Beliau mengaku kerap menjadi sasaran ejekan dan pertanyaan sinis dari negara lain terkait moralitas aparat penegak hukum di Indonesia.

“Saya lihat, saya ditanya, saya diejek di negara-negara lain… Tapi tidak apa-apalah,” ucapnya getir, menggelengkan kepala dengan ekspresi kecewa.

Di akhir arahannya, Presiden melunakkan nadanya namun tetap memberikan pesan yang mendalam atas nama seluruh masyarakat Indonesia. Beliau meminta agar momentum perbaikan yang sudah dirintis oleh para pimpinan instansi saat ini benar-benar diwujudkan di lapangan.

“Saya menghimbau atas nama rakyat. Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat. Dan ini sudah dirintis oleh pimpinan TNI dan pimpinan Kepolisian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *