Rekam24.com, Bogor – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat mengambil alih penanganan kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong, Bogor. Pihak KCD menegaskan proses pemeriksaan disiplin kepegawaian tengah berjalan ketat dan tidak akan memberikan perlindungan jika pelaku terbukti bersalah.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Jabar, Cucu Salman, membenarkan bahwa oknum guru berstatus ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut telah resmi dilimpahkan oleh pihak sekolah kepada KCD. Sejak kasus ini mencuat, KCD bergerak cepat menginstruksikan penonaktifan total terhadap guru bersangkutan.
“Betul, yang pertama sudah dilimpahkan ke KCD dan saya sudah memerintahkan kepala sekolah untuk menonaktifkan guru tersebut dari kegiatan pembelajaran,” ujar Cucu Salman, Kamis (14/6/2026).
Baca Juga : Prabowo Naik Pitam, Tunjuk-Tunjuk Aparat yang Jadi Beking Judi hingga Narkoba: “Harus Koreksi Diri!”
Cucu menjelaskan, selama proses pemeriksaan berlangsung, oknum guru tersebut dilarang keras menginjakkan kaki atau beraktivitas di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil untuk menjaga kondusivitas serta memberikan rasa aman bagi para siswa.
“Bahkan tidak boleh ke sekolah sambil menunggu proses disiplin pegawai. BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dari sekolah sudah masuk dan kasusnya sudah ditangani cabang dinas. Kami tidak akan menutupi kesalahan,” tegasnya.
Mengingat status terduga pelaku merupakan guru PPPK, Cucu menambahkan bahwa jika pemeriksaan terbukti menunjukkan adanya pelanggaran kode etik, KCD akan langsung melimpahkan rekomendasi sanksi berat ke tingkat provinsi.
Baca Juga : Idul Adha 2026 Berpotensi Jatuh 27 Mei, Ini Data Hilal LF PBNU dan BMKG
“Jika terbukti melanggar kode etik, akan kami teruskan ke Disdik Jabar dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Karena yang bersangkutan merupakan guru PPPK,” pungkas Cucu.
Sementara itu dari pihak sekolah, Humas SMAN 4 Cibinong, Saeful, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas pemeriksaan awal dan penanganan siswa yang diduga menjadi korban telah dikoordinasikan bersama KCD. Pertemuan antara orang tua korban dan pihak sekolah juga telah dilakukan dengan disaksikan langsung oleh perwakilan KCD serta unsur Babinsa setempat. Saat ini, siswa kelas XI yang menjadi korban telah mendapatkan pendampingan psikologis dan sudah kembali aktif belajar sejak Jumat pekan lalu.









