Rekam24.com, Bogor – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena banjir yang melanda wilayah Bogor Raya dalam sepekan terakhir, tepatnya pada rentang 4 hingga 6 Mei 2026.
Meski kawasan hulu seperti pegunungan Gede Pangrango terpantau kering, banjir tetap terjadi di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG, Hadi Saputra, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi baru-baru ini bukanlah kiriman dari wilayah hulu, melainkan dampak dari hujan lokal dengan intensitas tinggi yang jatuh langsung di atas wilayah Bogor.
Baca Juga : Evaluasi Perlintasan Kereta, DPRD Kota Bekasi Dorong Percepatan Flyover Bekasi Timur
“Rata-rata hujan yang terjadi itu hujan lokal yang langsung turun di atas wilayah Kota/Kabupaten Bogor, jadi bukan jatuh di hulu atau lereng Gunung Salak,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Analisis BMKG menunjukkan bahwa durasi hujan yang singkat namun sangat lebat membuat saluran air atau drainase di wilayah perkotaan tidak mampu menampung volume air yang turun secara mendadak. Hal inilah yang memicu munculnya genangan hingga banjir di sejumlah titik.
Selain faktor cuaca, Hadi menyoroti masalah serius terkait perubahan tata guna lahan di Bogor Raya. Menurutnya, berkurangnya area resapan air memperparah kondisi saat hujan lebat melanda.
Baca Juga : Komisi I DPRD Kota Bekasi Tekankan Evaluasi Kinerja OPD dan Peningkatan Pelayanan Publik
“Tata guna lahan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor sudah banyak berubah. Yang tadinya air dapat meresap ke dalam tanah, sekarang sebagian besar jadi limpasan (air permukaan),” jelasnya.
Menanggapi pengamatan bahwa kawasan hulu justru mengalami cuaca cerah atau kemarau di saat wilayah hilir dilanda hujan lebat, hal tersebut mempertegas bahwa kondisi iklim lokal saat ini sangat dinamis.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal ekstrem yang terjadi dalam durasi singkat, serta memperhatikan kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing guna meminimalisir risiko genangan yang lebih luas. (Maya Melina)









