Resmi! Pep Guardiola Tinggalkan Man City Setelah 10 Tahun

Josep "Pep" Guardiola mengumumkan keputusannya untuk mundur dari jabatan manajer Manchester City setelah sepuluh tahun

Rekam24.com, Jakarta – Sebuah era emas dalam sejarah sepak bola modern resmi berakhir. Josep “Pep” Guardiola mengumumkan keputusannya untuk mundur dari jabatan manajer Manchester City setelah sepuluh tahun yang penuh dengan gelimang trofi dan rekor.

Laga emosional terakhir pria asal Katalan tersebut akan berlangsung akhir pekan ini saat Manchester City menjamu Aston Villa di Etihad Stadium. Keputusan ini menandai akhir dari satu dekade tak terlupakan sejak kedatangannya pada tahun 2016 silam.

Selama menukangi The Citizens, Guardiola sukses mempersembahkan 20 trofi bergengsi, menjadikannya manajer paling sukses sepanjang sejarah klub. Dalam konferensi pers terakhirnya, Pep mengungkapkan rasa puas, bahagia, sekaligus bangga atas apa yang telah ia capai.

Baca Juga : Termasuk 4 Jurnalis, 9 WNI Relawan Global Sumud Bebas dari Penahanan Israel

“Saya merasa sangat puas, bahagia, dan bangga. Saya bisa katakan bahwa ini telah menjadi pengalaman terbaik dalam hidup saya. Jika tidak, saya tidak akan bertahan di sini selama sepuluh tahun,” ujar Guardiola emosional.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi luar biasanya, manajemen Manchester City mengumumkan bahwa tribune utara (North Stand) Etihad Stadium yang baru saja diperluas akan resmi dinamai Pep Guardiola Stand. Tribune ini akan dibuka penuh untuk pertama kalinya tepat di laga perpisahan Pep.

Guardiola menegaskan bahwa keputusannya mundur bukanlah hal yang mendadak, melainkan sebuah proses panjang yang sudah ia rasakan. Ia menilai klub saat ini membutuhkan energi baru untuk terus melangkah maju.

Baca Juga : Polres Bogor Bongkar Dua Kasus Tambang Emas Ilegal, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

“Pekerjaan ini menyita waktu setiap beberapa hari sekali selama bertahun-tahun—mulai dari Selhurst Park, Anfield, Madrid, hingga Piala FA. Sekarang saatnya saya menjalani hidup saya dan melihat apa yang akan terjadi ke depan,” tambahnya. “Klub ini butuh manajer baru dan energi baru demi para pemain luar biasa yang kita miliki sekarang. Mereka akan mulai menulis babak baru.”

Datang pada tahun 2016 dengan kontrak awal hanya tiga tahun, Pep mengaku tidak pernah menyangka akan bertahan hingga satu dekade di Manchester. Keberadaannya yang awet tidak lepas dari dukungan penuh jajaran manajemen, khususnya Txiki Begiristain dan Ferran Soriano.

“Saya datang untuk tiga tahun… sisanya adalah sejarah. Tentu saja deretan trofi membantu Anda untuk terus bertahan, tetapi dukungan penuh dari klub adalah kunci utama Anda bisa memenangkan trofi-trofi tersebut,” pungkas Pep.

Laga hari Minggu ini dipastikan akan menjadi momen penuh air mata sekaligus penghormatan agung dari publik Manchester untuk sang legenda jenius yang telah mengubah wajah klub selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *