Panen Udang di Kebumen, Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran Negara

Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja,

Rekam24.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperluas sektor-sektor produktif di berbagai daerah. Fokus utamanya adalah sektor yang mampu menghasilkan protein bagi masyarakat sekaligus berorientasi ekspor guna meningkatkan devisa negara.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk dijual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa. Dalam bulan-bulan yang akan datang, kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan karena harus menghasilkan nilai tambah,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga : Menggila bersama Borneo FC, Mariano Peralta Resmi Sabet Gelar MVP Liga 1 2025/2026

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan telah menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk memprioritaskan proyek yang membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata pada megahnya infrastruktur, melainkan pada manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Saya kasih petunjuk ke Kabinet, yang harus kita dukung dan jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Batasannya apa? Menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa, dan menambah penghasilan rakyat kita,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya efisiensi dan orientasi hasil. Ia menilai pembangunan fasilitas fisik harus diimbangi dengan produktivitas nyata. Pemerintah bahkan memilih untuk menunda pembangunan gedung pemerintahan yang tidak mendesak demi memprioritaskan kesejahteraan warga.

Baca Juga : Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Jalan Sholeh Iskandar Ditangkap di Tol Paseh

“Jadi, maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor. Kantor itu perlu, tapi jangan sampai kantornya megah tapi produknya tidak ada. Lebih baik kantornya biasa saja, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, dan penghasilan untuk rakyat melimpah. Rakyat kita butuh pekerjaan,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, arah pembangunan Indonesia ke depan dipastikan tidak sekadar membangun fisik, tetapi fokus menghasilkan dampak nyata, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *