Rekam24.com, Bogor – IPB University secara resmi menetapkan transformasi Fakultas Ekologi Manusia menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari penguatan rumpun ilmu sosial-humaniora di lingkungan kampus.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, dalam sambutan Pelantikan Pejabat di Lingkungan IPB University yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional (20/5).
Rektor menyampaikan bahwa pendirian FISEMA bukan sekadar perubahan nomenklatur atau nama, melainkan penanda babak baru dalam perjalanan akademik IPB University.
“Selama ini IPB University dikenal kuat dalam bidang sains, teknologi, pertanian, dan biosains. Namun tantangan global saat ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan cukup tanpa pemahaman yang kuat terhadap manusia, masyarakat, budaya, dan dinamika sosial yang menyertainya,” ujarnya.
Ia menegaskan, inovasi teknologi tanpa pemahaman sosial yang mendalam akan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Karena itu, FISEMA hadir untuk memperluas spektrum keilmuan IPB dan memperkuat pendekatan sosial-ekologis dalam menjawab tantangan abad ke-21.
FISEMA dikembangkan sebagai fakultas ilmu sosial yang memiliki karakter khas dan terintegrasi dengan visi agromaritim IPB University. Di fakultas ini, ilmu sosial tidak berdiri sendiri, melainkan dibangun dalam dialog erat dengan sektor pertanian, pangan, kehutanan, kelautan, lingkungan, teknologi, serta pembangunan wilayah dan perdesaan.
Baca Juga : Sapi Kurban 1 Ton dari Prabowo untuk Pemkab Bogor Akan Dipotong saat Iduladha
Ke depan, FISEMA diarahkan menjadi pusat pengembangan ilmu sosial yang berakar kuat pada realitas Indonesia. Pendekatan akademik yang dibangun tidak hanya bertumpu pada teori global, tetapi juga menghasilkan pengetahuan baru dari pengalaman nyata masyarakat—mulai dari desa, pesisir, kawasan hutan, komunitas petani dan nelayan, hingga dinamika keluarga.
“Ilmu sosial di IPB harus tumbuh dari lapangan, dari realitas masyarakat Indonesia sendiri. Kita ingin membangun ilmu yang tidak hanya menjelaskan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi bangsa,” tutur Rektor.
FISEMA juga akan mengembangkan pendekatan interdisipliner yang substantif. Para ilmuwan sosial diharapkan bekerja berdampingan dengan ahli pangan, agronom, ilmuwan lingkungan, ekonom, hingga pakar teknologi. Kolaborasi ini bertujuan merumuskan solusi utuh terhadap persoalan nasional seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, transformasi digital, urbanisasi, hingga ketimpangan sosial.
Baca Juga : Ini Wajah Pelaku Pembunuhan Wanita yang Mayatnya Dibuang di Atas Tol BORR Jalan Sholeh Iskandar
Selain memperkuat keilmuan, FISEMA ditargetkan menjadi pusat rujukan kebijakan publik (policy center). Riset-riset yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi referensi strategis bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam merumuskan kebijakan pangan, agraria, lingkungan, pembangunan keluarga, serta penguatan masyarakat pedesaan dan pesisir.
Rektor juga menegaskan bahwa perspektif kemanusiaan dan etika akan menjadi fondasi penting ke depan. Di tengah percepatan teknologi, fakultas ini wajib menjaga agar setiap inovasi, kebijakan, dan pembangunan tetap menempatkan manusia, martabat, dan keberlanjutan lingkungan sebagai pusat perhatian.
“Di balik setiap data, setiap inovasi, dan setiap kebijakan, selalu ada manusia yang harus dihormati martabat dan hak-haknya. Itulah nilai utama yang harus dijaga dalam pengembangan FISEMA,” kata Dr. Alim.
Pendirian FISEMA menjadi bagian dari langkah transformasi organisasi IPB University untuk memperkuat relevansi institusi, mengakselerasi dampak, dan memastikan keberlanjutan di tengah perubahan global. Dalam kesempatan tersebut, IPB University sekaligus melantik jajaran pimpinan baru FISEMA yang akan mengawal fase awal transformasi ini.









