Rekam24.com, Bogor – Momentum Hari Lahir Pancasila dimaknai Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga persatuan bangsa dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Menurut Rudy, Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa pada 1 Juni 1945 menjadi pondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi pedoman dalam setiap langkah pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.
“Kita memaknai hari ini adalah Hari Lahir Pancasila. Para pendiri bangsa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 telah merumuskan dan mencetuskan Pancasila pada 1 Juni 1945,” ujar Rudy.
Baca Juga : Flat! Harga Emas Antam 1 Juni Tak Bergerak, Cek Selisih Spread-nya di Sini
Ia menegaskan bahwa persatuan merupakan benteng pertahanan terakhir bangsa Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan.
“Benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan, musuh pertama bangsa kita adalah perpecahan,” tegasnya.
Rudy mengatakan, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Menurutnya, seluruh program pembangunan harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga perdamaian.
Baca Juga : Sempat Diterpa Isu, Adhisty Zara Umumkan Pernikahan dan Kehamilan
“Pancasila bukan hanya sebagai landasan negara, tetapi juga menjadi landasan perdamaian dunia. Membangun bangsa bersama-sama harus mengacu dan berlandaskan pada Pancasila,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar terus menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia menilai, pengibaran bendera Merah Putih tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan simbol kehormatan dan persatuan bangsa Indonesia.
“Bendera Merah Putih bukan hanya menjadi simbol negara, tetapi merupakan kehormatan dan persatuan bangsa Indonesia. Karena itu anak-anak muda harus memahami bahwa bangsa ini merdeka bukan hanya diperjuangkan, tetapi juga dipertaruhkan dengan jutaan air mata, jutaan tetesan darah, dan jutaan nyawa,” ungkapnya.









