Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memulai tahapan pembukaan akses Jalan Ring Road 2 (R2) di sisi utara. Jalur yang bersisian langsung dengan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk mengurai kemacetan di tengah kota.
Sebagai langkah awal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor tengah melakukan land clearing atau pembersihan lahan di depan kawasan El Centro. Pekerjaan ini meliputi pembersihan semak belukar hingga pengangkutan puing-puing sisa bangunan agar lahan siap memasuki tahap konstruksi.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung proses pembersihan lahan tersebut pada Jumat (10/7/2026). Ia didampingi oleh Kepala DPUPR Juniarti Estiningsih, Kepala BKAD Lia Kania Dewi, dan Camat Bogor Utara Riki Robiansyah.
Baca Juga : Penataan Transportasi Kota Bogor Dikritik Mantan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman
Dedie menjelaskan bahwa pembukaan akses R2 ini merupakan hasil pemetaan aset Pemkot Bogor yang disesuaikan dengan urgensi kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Ring Road 2 sisi utara ini bisa kita mulai dari hasil pemetaan. Kenapa kemarin-kemarin belum diprioritaskan? Karena lahan ini sebelumnya disewa oleh pihak El Centro. Namun, data kami menunjukkan proyek El Centro sudah mangkrak sejak 2022 dan mereka belum melunasi kewajiban sewa lahan,” ujar Dedie Rachim.
Melihat kondisi tersebut, Dedie menegaskan Pemkot Bogor tidak bisa tinggal diam. Kehadiran akses R2 sangat dinantikan untuk menciptakan konektivitas wilayah yang lebih efisien, menghubungkan masyarakat dari sisi utara, Bogor Barat, hingga Tanah Sareal.
Baca Juga : Kena Razia Gabungan, Puluhan Angkot Tua di Bogor Berakhir di Kandang
Rencananya, jalur ini akan menghubungkan ruas Jalan KS Tubun – R2 Sisi Utara – OCBD – Kaum Sari. Setelah akses R2 sisi utara rampung dan Jalan Kaum Sari diperbaiki, jalur ini akan tersambung dengan Regional Ring Road (R3) menuju Katulampa.
“Ini langkah cepat yang harus diambil agar kemacetan di tengah Kota Bogor bisa terurai sedikit demi sedikit,” tegas Dedie.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, memaparkan bahwa pada tahap awal ini, akses jalan yang dibuka memiliki panjang 350 meter dengan lebar 32 meter. Selain pembersihan, DPUPR juga fokus melakukan penyesuaian elevasi (ketinggian) jalan karena kontur tanah yang cukup kontras.
“Kami sesuaikan elevasinya. Kondisi eksisting dari Simpang KS Tubun Tol BORR menuju El Centro itu menanjak, sedangkan ke arah OCBD Kaum Sari menurun,” jelas Esti.
Ia menambahkan, jalan di sekitar kawasan OCBD Kaum Sari sebenarnya sudah dikeraskan, sehingga tim tinggal melakukan pemantapan pada lapis perkerasan jalan saja. Secara keseluruhan, Jalan R2 dirancang memiliki dua sisi (utara dan selatan) yang akan menghubungkan kawasan KS Tubun hingga ke Kampung Rambay yang berbatasan dengan Sentul, Kabupaten Bogor.
Baca Juga : Perumda Pasar Pakuan Jaya Fungsikan Sementara Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor sebagai Area Parkir
Mengenai target rampung, Esti menyebutkan bahwa pembangunan akan berjalan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran, mengingat Pemkot Bogor juga memiliki program prioritas lain.
“Untuk target R2, kami upayakan terus berproses sambil melihat kondisi penganggaran. Sebab, fokus utama kami hingga tahun 2028 adalah menuntaskan pembangunan R3 agar tembus sepenuhnya hingga ke Wangun,” pungkas Esti.








