Rekam24.com, Bogor – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026.
Gerbang awal kaderisasi formal ini berjalan lancar dan penuh semangat. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas di UIKA Bogor, tetapi juga memikat partisipasi lintas daerah, salah satunya kehadiran kader dari PMII Cabang Cirebon.
Mengusung tema “Kader Berdaya & Digdaya di Tengah Dinamika Sosial-Digital”, PKD kali ini dirancang khusus untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, kepekaan sosial, sekaligus adaptif terhadap pesatnya teknologi.
Baca Juga : Gegara Stok Chapter Melimpah, Hunter x Hunter Siap Kembali dari Hiatus Panjang Akhir Juni Ini!
Ketua Komisariat PMII UIKA Bogor, Sahabat Khaidir Rabbani, menegaskan bahwa kaderisasi adalah fondasi utama dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan organisasi. Di era digital yang bergerak masif, kader PMII dituntut tidak sekadar aktif berorganisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“PKD adalah kawah candradimuka untuk membentuk identitas perjuangan yang kuat. Di tengah arus digital, kader PMII harus adaptif, kritis, namun tetap teguh memegang nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan,” ujar Khaidir.
Senada dengan hal itu, Ketua Pelaksana PKD, Sahabat Yusril Ray Shilmi, menjelaskan bahwa seluruh materi dirancang matang untuk memperkuat ideologi, intelektualitas, kepemimpinan, hingga keterampilan sosial peserta.
Baca Juga : Pegulat Kota Bogor Juara Kejurda Jabar 2026, PGSI Optimistis Bidik Emas Porprov
“Kami ingin melahirkan kader yang berdaya secara kapasitas diri dan digdaya menghadapi tantangan sosial-digital. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen perjuangan, pengembangan diri, dan pengabdian masyarakat,” jelas Yusril.
Selama empat hari penuh, para peserta digembleng dengan materi strategis. Mulai dari ke-PMII-an, Aswaja An-Nahdliyah, kepemimpinan, analisis sosial, manajemen organisasi, hingga respons mahasiswa terhadap era digital. Ruang diskusi dan refleksi juga dibuka lebar demi mengasah nalar kritis dan membangun kesadaran kolektif.
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PC PMII Kota Bogor, Sahabat Toni Al Fazri. Ia menyebut kaderisasi sebagai ‘jantung’ organisasi yang harus terus diperkuat demi melahirkan pemimpin masa depan yang visioner.
“Kader PMII tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tapi wajib memiliki keberanian moral dan komitmen pengabdian. Tema PKD kali ini sangat relevan. Saya berharap alumni PKD ini langsung bergerak menjadi motor perubahan di kampus maupun masyarakat,” tegas Toni.
Melalui PKD ini, PMII Komisariat UIKA Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kaderisasi yang berkualitas, progresif, dan relevan. Semangat “Berdaya dalam Gagasan, Digdaya dalam Perjuangan” kini resmi tertanam dalam dada para kader baru yang siap menyongsong masa depan.








