Omzet Pedagang Bendera Merah Putih di Bogor Turun, Tergerus Belanja Online Jelang HUT RI

Omzet pedagang bendera Merah Putih di Bogor menurun menjelang HUT RI ke-81. Banyak warga memilih belanja online

Rekam24.com– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, nasib pedagang bendera Merah Putih di Kota Bogor tak secerah tahun-tahun sebelumnya. Omzet mereka dilaporkan menurun karena semakin banyak masyarakat memilih membeli perlengkapan Agustusan melalui platform belanja online.

Salah satunya dirasakan Salman (52), pedagang musiman asal Tasikmalaya yang telah tujuh tahun terakhir menjual bendera Merah Putih di Kota Bogor setiap menjelang perayaan kemerdekaan.

Sejak mulai berjualan pada 4 Juli 2026, Salman mengaku penjualan tahun ini jauh lebih lambat dibandingkan musim Agustusan sebelumnya.

Baca Juga : Festival Merah Putih 2026 Bogor Resmi Digelar, Ini 17 Agenda Meriah Sambut HUT RI ke-81

“Omzetnya turun. Banyak yang belinya online. Nggak serame tahun dulu, lakunya juga kurang,” ujar Salman saat ditemui Rekam24.com, Senin (4/8/2026).

Pada tahun-tahun sebelumnya, memasuki awal Agustus lapaknya mulai dipadati pembeli. Dalam sehari, ia bisa memperoleh omzet hingga Rp500 ribu, bahkan pendapatan selama sepekan mampu menembus lebih dari Rp1 juta.

Namun kondisi tersebut belum terulang pada musim kemerdekaan tahun ini.

“Kalau dulu paling ramai sehari Rp500 ribu. Seminggu bisa lebih dari Rp1 juta. Sekarang baru penglaris, baru dapat Rp300 ribu,” katanya.

Baca Juga : Peringati HUT RI ke 80- UKMK SADAR Gelar Semarak Kemerdekaan Dengan Bazar Dukung

Di lapaknya, Salman menjual berbagai perlengkapan perayaan HUT RI, mulai dari bendera Merah Putih berbagai ukuran, umbul-umbul, bendera segitiga, hingga latar dekorasi bernuansa merah putih.

Menurutnya, bendera berukuran 1,20 meter, 1,50 meter, hingga 1,90 meter masih menjadi produk yang paling banyak dicari masyarakat. Sebagian besar pembeli berasal dari warga dan pengurus RT yang hendak menghias lingkungan tempat tinggal.

Sementara itu, permintaan bendera berukuran besar yang biasanya dibeli instansi maupun perkantoran juga mengalami penurunan.

“Kalau yang gede biasanya buat kantor. Sekarang kurang lakunya,” ucapnya.

Baca Juga : Tim RW 06 Sabet Dua Gelar Juara Semarak Kemerdekaan HUT RI Ke-79 Tingkat Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan

Harga perlengkapan kemerdekaan yang dijual relatif terjangkau. Umbul-umbul dipasarkan mulai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per buah, sedangkan bendera kecil dijual sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

Meski demikian, aksesori berukuran kecil justru belum banyak diminati pembeli.

Salman menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan pedagang musiman.

Menurutnya, banyak warga kini memilih membeli perlengkapan Agustusan melalui marketplace karena dinilai lebih praktis dan menawarkan harga lebih murah.

Meski demikian, ia meyakini membeli langsung di lapak tetap memiliki kelebihan karena pembeli dapat melihat kualitas barang sebelum memutuskan untuk membeli.

“Kalau kita kan bisa puas milih-milih barangnya. Kalau online kadang barangnya kurang bagus. Memang mereka jual lebih murah, tapi kualitas belum tentu sama,” tuturnya.

Di luar musim Agustusan, Salman mencari nafkah dengan berjualan mainan keliling. Berjualan bendera Merah Putih menjadi pekerjaan musiman yang hanya ia jalani setahun sekali untuk menambah penghasilan keluarga.

Menjelang puncak peringatan HUT RI ke-81, ia berharap masyarakat tetap membeli perlengkapan kemerdekaan langsung dari pedagang kecil agar roda perekonomian mereka tetap berjalan.

“Bulan Agustus menjadi harapan kami. Mudah-mudahan masyarakat masih mau membeli langsung ke pedagang kecil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *