Rekam24.com, Bogor – Kebijakan tarif spesial TransJakarta (TJ) sebesar Rp1 membawa angin segar bagi kalangan pelajar dan remaja. Pemangkasan tarif dari yang biasanya Rp3.500 menjadi hanya satu perak ini sangat membantu menghemat ongkos harian, baik untuk mobilitas sekolah maupun sekadar healing di akhir pekan.
Dua remaja asal Bogor, Azalia (18) dan Rara (19), mengaku sangat merasakan dampak positif dari tarif super murah ini. Saat ditemui dalam perjalanan menuju Jakarta, keduanya menyebut kebijakan ini membuat agenda jalan-jalan spontan menjadi jauh lebih ramah di kantong.
“Bagi kita yang pelajar, ini sangat membantu. Sekarang kalau tiba-tiba mau main ke mana aja, jadi minim budget,” ungkap Azalia, Senin (22/6/2026).
Baca Juga : Menjawab Tantangan Zaman, PMII UIKA Bogor Sukses Cetak Kader “Digdaya” di Era Sosial-Digital
Rara menambahkan, perjalanan mereka kali ini memang terbilang spontan. Berawal dari rasa bosan saat berkumpul di Bogor, mereka memutuskan bertolak ke ibu kota menggunakan transportasi umum. Blok M yang menjadi salah satu titik sibuk di Jakarta hanya menjadi tempat transit, karena tujuan akhir mereka adalah kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
“Sebenarnya ke Blok M cuma transit aja, Kak. Kita mau ke arah GBK, mau nongkrong,” jelas Rara.
Selisih tarif reguler yang berhasil dihemat ternyata cukup signifikan bagi kantong pelajar. Rara dan Azalia kompak menyebutkan bahwa uang yang biasanya habis untuk ongkos kini bisa dialokasikan untuk membeli minuman ringan selama di perjalanan.
Baca Juga : Gegara Stok Chapter Melimpah, Hunter x Hunter Siap Kembali dari Hiatus Panjang Akhir Juni Ini!
“Berjalan-jalan naik TransJakarta kan capek, pasti butuh minum. Kalau sisa ongkosnya dialokasikan buat beli minum, itu worth it banget,” kata Rara, yang langsung diamini oleh Azalia, “Lumayan buat nambah-nambah.”
Meski begitu, kedua remaja ini punya cara bijak untuk memanfaatkan sisa uang tersebut. Rara memilih menyimpan sisa saldo di kartu uang elektronik (e-money) miliknya sebagai modal perjalanan berikutnya. Sementara Azalia memanfaatkan fleksibilitas e-money yang kini bisa digunakan untuk belanja di minimarket.
“E-money kan sekarang bisa dipakai buat segala hal. Jadi kalau tiba-tiba mau jajan ke Alfamart, tinggal pakai sisa saldo yang ada. Lumayan berguna,” pungkas Azalia.
Bagi para pelajar seperti Azalia dan Rara, tarif Rp1 bukan sekadar angka, melainkan ruang bernapas lebih bagi uang saku mereka untuk menikmati sudut Jakarta tanpa takut kantong jebol. (Maya Melina)








