Cuma Sejuta! Pasar Jambu Dua Bogor Disulap Jadi Hub Kuliner Terbesar

Pemerintah Kota Bogor bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) melakukan terobosan besar di Pasar Jambu Dua

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) melakukan terobosan besar di Pasar Jambu Dua. Area lantai atas pasar tersebut kini disulap menjadi pusat kuliner tematik terbesar di Kota Bogor, sekaligus menjadi tempat nongkrong baru yang asyik bagi warga.

Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), MH Ages, mengungkapkan bahwa dari total 1.141 kios dan los yang dibangun, area lantai atas sengaja dialokasikan khusus untuk mengakomodasi sekitar 600 tempat usaha kuliner dan UMKM.

Menariknya, hampir 90 persen dari tenan yang mendaftar merupakan pelaku UMKM. Untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka, pihak pengelola memberikan stimulus berupa tarif sewa yang sangat murah.

Baca Juga : Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Ingatkan Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

“Kami memberikan keringanan kepada UMKM di lantai dua ini. Selama masa uji coba 3 bulan pertama, mereka hanya dikenakan biaya sewa Rp1.000.000 langsung untuk 3 bulan,” ujar Ages, Senin (29/6/2026).

Ia juga menambahkan, pihak pengelola sangat terbuka untuk memperpanjang masa promo jika para pedagang masih membutuhkan stimulus modal di awal.

Respons masyarakat dan pelaku usaha ternyata sangat luar biasa. Dalam waktu satu bulan sejak dibuka, seluruh stan kuliner di lantai atas sudah habis dipesan (sold out). Bahkan, saat ini tercatat ada sekitar 200 calon pedagang yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list).

Baca Juga : BRI Pancoran Edukasi Dunia Perbankan ke Anak-anak

“Kami memberikan batas waktu satu minggu bagi yang sudah memesan. Jika belum diisi, tempat tersebut akan langsung kami alihkan kepada antrean pendaftar yang baru,” tegas Ages.

Kehadiran pusat kuliner modern ini diprediksi tidak akan mematikan omzet pedagang pasar basah di lantai bawah. Sebaliknya, konsep ini didesain untuk menciptakan efek domino yang saling menguntungkan.

Sambil menikmati kuliner atau berswafoto di fasilitas photo booth, pengunjung bisa sekalian turun ke lantai bawah untuk berbelanja kebutuhan pokok.

“Justru pedagang di bawah sangat diuntungkan. Pengunjung atas bisa sekalian belanja telur, sayur-mayur, atau bahan makanan lainnya ke bawah,” jelas Ages.

Saat ini, area bawah yang difokuskan untuk komoditas basah seperti sayur, daging, dan buah-buahan sudah terisi penuh dan ramai. Demi menjaga stabilitas pedagang tradisional, pengelola bahkan menggratiskan biaya sewa selama 3 bulan pertama bagi pedagang sayur-mayur di lantai bawah. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *