Baru Dua Hari Menjabat, Kepala BGN Sidak Dapur MBG di Bogor, Tegaskan Bisa Ditutup Jika Tak Penuhi Standar

Baru dua hari menjabat, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono melakukan sidak ke dapur Makan Bergizi Gratis di Bogor.

Rekam24.com, Bogor – Baru dua hari menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Dalam sidak tersebut, ia menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran standar kebersihan dan keamanan pangan, bahkan mengancam menutup dapur yang tidak segera melakukan perbaikan.

Peninjauan dilakukan sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB tanpa pemberitahuan sebelumnya. Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses operasional dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan BGN.

Tiga lokasi menjadi sasaran sidak, yakni SPPG Pasir Kuda, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Gundil 05.

Baca Juga ; Pemkot Bogor Surati Kepala BGN, Usul Kuota Maksimal SPPG Dikurangi Jadi 160 Dapur

Di dua lokasi pertama, Sudaryono menilai proses operasional telah berjalan dengan baik. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan makanan hingga kebersihan dapur dinilai telah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Namun, kondisi berbeda ditemukan saat rombongan tiba di SPPG Tegal Gundil 05. Sudaryono mendapati adanya genangan air di area dapur akibat kebocoran atap bangunan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kebersihan dan keamanan proses pengolahan makanan bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Melihat temuan itu, Sudaryono langsung memberikan teguran kepada pengelola dapur agar segera melakukan pembenahan.

Baca Juga : Ground Breaking PSEL Kayumanis Ditargetkan November, Pembangunan Akses Jalan Dikebut

“Kamu ini dong, jaga kebersihan dong. Jangan suka becek ya. Kamu harus beresin dong,” tegas Sudaryono saat melakukan inspeksi di lokasi.

Ia menegaskan, Badan Gizi Nasional menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap pelanggaran standar mutu, sanitasi, maupun keamanan pangan di seluruh fasilitas SPPG.

Menurutnya, pengelola masih akan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kekurangan. Namun apabila rekomendasi tersebut tidak dijalankan, BGN tidak akan segan memberikan sanksi hingga menghentikan operasional dapur.

“Kita akan perbaiki, akan kita tegur. Kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup,” ujarnya.

Selain aspek kebersihan, Sudaryono juga meminta setiap SPPG memperhatikan variasi menu makanan yang disajikan kepada para siswa penerima manfaat. Variasi menu dinilai penting agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi sekaligus menghindari kejenuhan anak-anak terhadap makanan yang disajikan setiap hari.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Karena itu, setiap dapur penyedia makanan diwajibkan memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan.

Sebagai informasi, Sudaryono resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Di bawah kepemimpinannya, BGN berkomitmen memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG di Indonesia guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *