Rekam24.com, Jakarta – Jalan di sekitar kawasan Istana Kepresidenan Jakarta mulai mengalami penyesuaian hingga penutupan arus lalu lintas sejak Selasa (11/8/2026). Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan seiring dimulainya persiapan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penyesuaian lalu lintas diperlukan untuk mendukung rangkaian latihan dan persiapan upacara yang berlangsung di kawasan Istana.
Ia pun meminta maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan yang terdampak kebijakan tersebut.
Baca Juga :Â Makna Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Lengkap dengan Filosofi dan Pedoman Resmi
“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf kalau mulai pagi hari ini tadi dan mungkin sampai beberapa hari ke depan di beberapa ruas jalan, (Jalan) Veteran maupun di (Jalan) Merdeka Utara, mungkin akan ada penyesuaian atau penutupan-penutupan lalu lintas,” ujar Prasetyo di halaman Istana Merdeka, Selasa (11/8/2026).
Menurut Prasetyo, persiapan upacara kini mulai memasuki tahap latihan bersama. Sebelumnya, setiap unsur yang terlibat melakukan latihan secara terpisah.
“Jadi hari ini, 11 Agustus 2026, hari Selasa. Kita sudah mulai untuk persiapan gladi-gladi meskipun masih parsial, masih terpisah-pisah. Setelah masing-masing tim selama beberapa waktu terakhir berlatih sendiri,” katanya.
Baca Juga :Â Taman Safari Bogor Gelar Jungle Carnival, Meriahkan HUT RI ke-80
Tim upacara, Paskibraka, serta unsur pendukung lainnya mulai melakukan penyelarasan langsung di kawasan Istana.
Prasetyo menjelaskan, latihan pada Selasa masih menjadi tahap awal sehingga evaluasi yang dilakukan belum terlalu banyak. Pemerintah akan melakukan penyempurnaan lebih lanjut ketika memasuki agenda gladi kotor pada Rabu (12/8/2026).
“Kan (gladi kotor) ini baru penyesuaian awal. Kalaupun ada koreksi belum terlalu banyak. Jadi mulai besok akan ada gladi kotor. Nanti di situ baru mulai kita akan lebih dalam lagi untuk mungkin melakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.
Selain mempersiapkan aspek teknis upacara, pemerintah juga menambah kapasitas undangan masyarakat yang ingin menyaksikan langsung peringatan HUT ke-81 RI di Istana.
Baca Juga :Â Peringati HUT RI ke 80- UKMK SADAR Gelar Semarak Kemerdekaan Dengan Bazar Dukung
Keputusan tersebut diambil setelah jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas tempat duduk yang sebelumnya disiapkan.
Prasetyo menyebut, selama lima hari masa pendaftaran, jumlah masyarakat yang mengajukan permohonan mencapai lebih dari 336 ribu orang. Sementara kapasitas awal yang tersedia hanya sekitar 5.500 kursi.
“Selama kemarin kami koreksi, bukan empat hari, tapi selama lima hari masa pendaftaran itu totalnya kurang lebih di atas 336 ribu pendaftar. Yang sebenarnya kapasitas yang memungkinkan kan hanya 5.500, tapi kami pastikan ada penambahan 3.400 kursi lagi,” kata Prasetyo.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah menyediakan satu blok tempat duduk baru untuk menampung lebih banyak masyarakat.
Baca Juga :Â Taman Safari Bogor Gelar Jungle Carnival, Meriahkan HUT RI ke-80
Para undangan nantinya akan didistribusikan dalam dua agenda utama, yakni upacara pengibaran bendera pada pagi hari dan upacara penurunan bendera pada sore hari.
Pemerintah juga memperhatikan masyarakat yang tidak memperoleh undangan tetapi tetap ingin menyaksikan rangkaian perayaan HUT RI dari luar area Istana.
Prasetyo mengatakan, pemerintah berencana menyiapkan fasilitas pendukung seperti tenda bagi masyarakat yang menonton dari luar pagar Istana.
“Tadi juga ada rencana mau mungkin ada penambahan tenda, tetapi bukan untuk undangan. Mungkin kami akan siapkan untuk mengakomodasi saudara-saudara kita banyak juga yang ikut nonton di luar pagar Istana,” ujarnya.
Menurutnya, fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat tetap dapat menyaksikan perayaan HUT ke-81 RI dengan lebih nyaman.
“Jadi kami tadi cek lapangan mungkin supaya menontonnya juga lebih enak, kami akan coba siapkan tempat yang lebih representatif,” kata Prasetyo.
Dengan persiapan yang mulai memasuki tahap latihan bersama, pemerintah terus melakukan pematangan teknis untuk memastikan rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan berjalan lancar.








