Kebun Raya Bogor Punya Kelas Edukasi Mulai Rp65 Ribu, Ada Kokedama hingga Oshibana

Kebun Raya Bogor kini tak hanya menawarkan wisata menikmati koleksi tumbuhan. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kelas edukasi

Rekam24.com, Bogor – Kebun Raya Bogor kini tak hanya menawarkan wisata menikmati koleksi tumbuhan. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kelas edukasi berbasis praktik yang mengajak peserta mengenal tumbuhan dan lingkungan secara langsung.

Program eduwisata tersebut dikembangkan melalui sejumlah kelas dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah Kompos, Propagasi Tanaman Buah atau mencangkok, Tabulampot, Kokedama, Nepenthes, Terrarium, Platycerium, Kultur Jaringan, Oshibana hingga Ecoprint.

Harga kelas edukasi tersebut mulai dari Rp65.000 per peserta, belum termasuk tiket masuk Kebun Raya, tergantung jenis aktivitas yang dipilih. Bahan dan perlengkapan praktik telah disiapkan oleh pengelola.

Baca Juga : Jelajah Budaya Pasundan, KULTURA: Sunda Ngariung Hadir di Kebun Raya Bogor

Konsep tersebut membuat pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba langsung berbagai teknik dengan pendampingan fasilitator.

Belajar Tumbuhan Lewat Aktivitas Praktik

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan pengembangan kelas edukasi merupakan bagian dari upaya menjadikan Kebun Raya sebagai ruang interaksi masyarakat dengan alam.

“Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas. Kami ingin pengalaman tersebut dapat membangun pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap konservasi,” ujarnya.

Baca Juga : HUT Ke-209 Kebun Raya Bogor Resmikan Taman Araceae Sebagai Konservasi dan Edukasi.

Menurut Zaenal, pendekatan berbasis pengalaman membuat proses belajar menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Peserta dapat mempelajari secara langsung bagaimana tumbuhan diperbanyak, dirawat, dimanfaatkan, hingga diolah menjadi produk kreatif.

“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” katanya.

Oshibana, Seni Kreatif dari Bunga dan Daun

Salah satu kelas yang mengusung konsep belajar melalui pengalaman adalah Oshibana.

Oshibana merupakan seni membuat karya dengan memanfaatkan bunga dan dedaunan yang dikeringkan menggunakan teknik press. Peserta diperkenalkan pada teknik dasar, kemudian mempraktikkannya secara langsung menggunakan material yang telah disediakan.

Baca Juga : Intip Serunya Sunset di Kebun Raya Bogor, Belajar Tanaman Langka Sambil Dengar Musik Favorit

Nama Oshibana berasal dari bahasa Jepang, yakni oshi yang berarti ditekan dan bana yang berarti bunga.

Teknik tersebut memungkinkan bunga dan daun yang telah dikeringkan tetap mempertahankan bentuk serta warna alaminya untuk kemudian dikreasikan menjadi sebuah karya seni.

Selain mengasah kreativitas, aktivitas ini membutuhkan ketelitian, fokus dan kesabaran. Peserta ditantang menyusun material tumbuhan secara cermat hingga menghasilkan komposisi yang memiliki nilai estetika.

Pengalaman tersebut dirasakan peserta Kampung Inggris LC yang mengikuti kelas Oshibana di Gedung Samida, Kebun Raya Bogor, pada 4 Juli 2026.

Salah satu peserta, Aurora (15), mengaku tertarik mengikuti kelas tersebut karena memiliki ketertarikan terhadap seni visual dan bunga.

“Saya tertarik sekali dengan kelas ini karena baru pertama kali ikut. Sebenarnya saya juga suka hal-hal seni visual dan estetika bunga,” ujarnya.

Menurut Aurora, kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru mengenai cara menata sekaligus mengawetkan bunga menggunakan teknik Oshibana.

Peserta lainnya, Arsyad, menilai kelas tersebut menjadi aktivitas positif untuk melatih fokus dan kreativitas.

“Seni Oshibana ini unik dan berbeda dari kerajinan tangan pada umumnya. Setelah mengikuti kelas ini, saya jadi tahu cara membuat Oshibana. Selain itu, manfaat yang paling saya rasakan adalah melatih kesabaran,” tuturnya.

Bisa Diikuti Anak, Keluarga hingga Komunitas

Pengembangan kelas edukasi menjadi salah satu upaya Kebun Raya Bogor memperluas fungsi ruang konservasi sebagai tempat belajar yang dapat diakses berbagai kelompok masyarakat.

Program tersebut terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa, komunitas hingga kelompok yang ingin melakukan kegiatan edukasi di luar ruang kelas.

Konsep serupa juga dikembangkan di kebun raya lainnya yang dikelola PT Mitra Natura Raya sebagai mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Program edukasi disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing kebun raya, termasuk koleksi tumbuhan serta lingkungan yang dimiliki.

Melalui pendekatan tersebut, kunjungan ke kebun raya diharapkan tidak berhenti pada aktivitas rekreasi. Pengunjung juga dapat mengenal keanekaragaman hayati, memahami pentingnya konservasi sekaligus memperoleh pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat pulang dari Kebun Raya tidak hanya membawa foto atau hasil karya, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman baru tentang tumbuhan. Dengan cara itu, konservasi dapat hadir lebih dekat dalam kehidupan masyarakat,” pungkas Zaenal.

Bagi masyarakat yang mencari wisata edukasi di Bogor, kelas-kelas tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan yang menggabungkan rekreasi, kreativitas dan pembelajaran tentang tumbuhan dalam satu pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *