Intip Serunya Sunset di Kebun Raya Bogor, Belajar Tanaman Langka Sambil Dengar Musik Favorit

Kebun Raya Bogor kembali menghadirkan program "Sunset di Kebun", sebuah festival musik yang dirancang sebagai media komunikasi

Rekam24.com, Bogor – Kebun Raya Bogor kembali menghadirkan program “Sunset di Kebun”, sebuah festival musik yang dirancang sebagai media komunikasi pesan konservasi bagi generasi muda. Berbeda dengan konser konvensional, ajang ini memadukan hiburan dengan kampanye perlindungan tanaman langka dan edukasi lingkungan pada Minggu (10/5/2026).

Dalam penyelenggaraan kali ini, pihak panitia secara khusus mempromosikan tanaman Hoya sebagai Plant Heroes. General Manager Event Sunset di Kebun, Abi Irawan, menjelaskan bahwa pemilihan istilah tersebut bertujuan agar pesan konservasi lebih mudah diterima dan melekat di ingatan pengunjung dari kalangan milenial serta Gen Z.

“Kami menggunakan istilah yang dekat dengan anak muda, yaitu Plant Heroes. Pesan ini juga disampaikan melalui para musisi yang tampil agar penonton terus mengingat tanaman yang kami promosikan,” ujar Abi.

Baca Juga : Gagal Salip Motor, Mahasiswi Depok Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Puncak Bogor

Demi menjaga kenyamanan dan eksklusivitas suasana, panitia membatasi jumlah penonton maksimal 5.000 orang per hari. Kebijakan ini diambil agar kapasitas area tetap terjaga, sehingga pengunjung dapat menikmati konser dengan konsep piknik menggunakan tikar tanpa merasa sesak.

“Kami membatasi kuota agar space pengunjung tetap nyaman. Selain menikmati musik, penonton juga bisa merasakan suasana alam Kebun Raya dengan tenang. Itulah tujuan utama kami, agar nilai edukasinya benar-benar tersampaikan,” tambahnya.

Tak hanya panggung musik, pengunjung juga dapat mengeksplorasi wahana Natura. Area promosi lingkungan ini menyuguhkan berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara modern dan instagramable, mulai dari kelas edukasi tanaman, workshop merangkai bunga, praktik pembuatan Tambulampot (Tanaman Buah dalam Pot), hingga seni Kokedama (bola lumut).

Melalui pendekatan yang kekinian, “Sunset di Kebun” diharapkan tidak hanya menjadi ajang rekreasi semata, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengenalkan pentingnya pelestarian alam dan pemuliaan tanaman kepada masyarakat luas. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *