Jaro Ade Ungkap Sosok Kapolri Suyudi Ario Seto: Humanis, Tegas, dan Dekat dengan Masyarakat

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, Foto/Rama
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, Foto/Rama

Rekam24.com, Bogor – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade, mengungkap kesannya terhadap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang pernah menjabat sebagai Kapolres Bogor. Menurutnya, Suyudi merupakan sosok polisi yang tegas, humanis, serta memiliki kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat dan lintas institusi.

Jaro Ade menuturkan, dirinya mengenal Suyudi Ario Seto sejak yang bersangkutan masih berada dalam perjalanan karier kepolisian. Pertemuan awal tersebut, kata dia, diperkenalkan oleh Fadli Zon yang saat itu merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra untuk daerah pemilihan Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

“Saya mengenal Pak Jenderal Suyudi Ario Seto itu dulu dikenalkan oleh Pak Fadli Zon, di saat beliau masih anggota DPR RI, Fraksi Gerindra dari Kabupaten Bogor,” ujar Jaro Ade.

Baca Juga : Protein Up, Stakeholders Perunggasan Bahas Peluang Produksi Cage-Free

Hubungan tersebut semakin dekat ketika Suyudi menjabat sebagai Kapolres Bogor. Pada masa itu, Jaro Ade juga tengah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Ia mengenang sejumlah program yang dijalankan Suyudi selama memimpin Polres Bogor, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Saat menjadi Kapolres Bogor, banyak program-program yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor, terutama terkait dengan kamtibmas. Ada Babinmas yang diwajibkan ronda bersama,” katanya.

Menurut Jaro Ade, Suyudi juga dikenal sebagai sosok yang kerap turun langsung ke tengah masyarakat. Pendekatan tersebut dinilainya dilakukan secara humanis, namun tetap mengedepankan ketegasan sebagai seorang anggota Polri.

“Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pak Suyudi memang hadir di tengah masyarakat saat itu, yang humanis. Tapi beliau memang sosok polisi yang tegas,” ungkapnya.

Baca Juga : Rumah Ambruk Saat Hujan Deras di Tajurhalang, Tiga Orang Jadi Korban

Jaro Ade memperkirakan Suyudi menjabat sebagai Kapolres Bogor selama hampir dua tahun.

Berharap Program Kedekatan Polisi dengan Masyarakat Berlanjut

Jaro Ade juga menyampaikan apresiasi kepada Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Kapolri. Ia mengaku mengenal Listyo Sigit melalui Suyudi Ario Seto.

“Beribu-ribu terima kasih tentu kepada Pak Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengakhiri masa jabatannya kemarin. Saya mengenal baik juga. Dulu saya kenal Pak Sigit juga dikenalkan oleh Pak Suyudi,” tuturnya.

Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan pada masa kepemimpinan Listyo Sigit dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh Suyudi.

Baca Juga : Samsung Galaxy Tab S12 Series Resmi Meluncur: Bawa Chipset 3nm, Layar Lebih Luas, dan Fitur AI Canggih

Jaro Ade menilai Suyudi memiliki modal pengalaman dan jaringan yang baik untuk membangun kolaborasi lintas institusi. Menurutnya, Suyudi selama ini dikenal dekat dengan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ulama, mahasiswa hingga masyarakat pekerja.

“Pak Suyudi orangnya bergaul dengan semua. Apalagi kondisi hari ini sebagai Kapolri tentu milik masyarakat Indonesia secara luas. Saya mengenal baik Pak Suyudi, dekat dengan para ulama, dekat juga dengan para mahasiswa,” ujarnya.

Selain itu, Jaro Ade menyebut hubungan Suyudi dengan institusi TNI dan lembaga negara lainnya juga telah terbangun sejak lama.

Ia mencontohkan hubungan Suyudi dengan sejumlah pejabat TNI yang telah dikenalnya sejak perjalanan karier sebelumnya. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat sinergi antarlembaga.

“Untuk kolaborasi dengan semua lintas institusi untuk kepentingan bangsa dan negara tidaklah sulit bagi Pak Suyudi,” katanya.

Baca Juga : Sisa 516 Unit, Pemkot Bogor Targetkan Bebas Angkot Usi20 Tahun Akhir 2026

Soroti Keterbatasan Personel dan Polsek di Kabupaten Bogor

Terkait program kepolisian yang lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat, Jaro Ade menilai hal tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai program yang telah berjalan sebelumnya.

Namun, ia menekankan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan jumlah personel Polri dibandingkan dengan jumlah penduduk yang harus dilayani.

“Bagaimana posisi sekarang Polri harus lebih dekat lagi dengan masyarakat. Walaupun kita paham bahwa polisi yang ada dengan jumlah penduduk masih sangatlah kurang,” katanya.

Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Bogor. Menurutnya, satu personel pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) maupun Babinsa di sejumlah wilayah harus menangani wilayah dengan jumlah penduduk yang cukup besar.

“Satu desa pun ada yang jumlah penduduknya lebih dari 20 ribu, 35 ribu. Jadi tentu juga banyak keterbatasan,” ujarnya.

Karena itu, Jaro Ade berharap kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kebijakan Polri ke depan.

Salah satu persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian adalah masih adanya sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor yang belum memiliki Polsek sendiri.

“Masih banyak yang sering kami diskusikan dengan Pak Bupati, dengan Pak Rudi Susmanto. Ada beberapa kecamatan yang belum ada Polsek,” kata Jaro Ade.

Ia berharap penambahan dan pengembangan struktur kepolisian di tingkat kecamatan dapat menjadi bagian dari program Kapolri Suyudi Ario Seto ke depan.

“Mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari atensi program Pak Kapolri. Ini baru melihat Kabupaten Bogor saja yang bisa dikatakan dekat dengan ibu kota. Mungkin di kota dan kabupaten yang lain juga pasti banyak kecamatan yang memang belum berdiri Polsek,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *