Rekam24.com, Bogor – Komite Paralayang Indonesia (KPI) Kota Bogor terus mematangkan persiapan menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Mengandalkan kombinasi atlet muda dan berpengalaman, kontingen Kota Hujan ini optimis mampu mengamankan sedikitnya tiga medali emas dari cabor olahraga udara tersebut.
Target tiga emas tersebut diproyeksikan datang dari dua sektor andalan, yakni nomor cross country kategori junior serta nomor tandem senior.
Ketua KPI Kota Bogor, Makmur Affendi, mengungkapkan bahwa sejauh ini proses latihan dan kesiapan fisik maupun mental para atlet telah mendekati tahap akhir.
Baca Juga : Dukung Konektivitas Paledang-Pasirjaya, Disperumkim Kota Bogor Hadirkan Jembatan Penghubung Baru
“Persiapan tim saat ini sudah menyentuh angka 85 persen. Kami terus menggenjot latihan sisa waktu yang ada agar seluruh atlet dapat menunjukkan performa puncak saat berlaga di venue kawasan Puncak nanti,” ujar Makmur saat memberikan keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Untuk mengarungi ajang bergengsi tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 8–18 November 2026 mendatang, KPI Kota Bogor memboyong kekuatan penuh sebanyak 11 paralayang terbaik. Skuat ini terdiri dari lima atlet senior dan enam atlet junior, dengan tiga di antaranya merupakan pemayung putri.
Para atlet dijadwalkan turun di dua nomor pertandingan utama, yakni Ketepatan Mendarat (Accuracy) dan Cross Country (Jarak Jauh). Menurut Makmur, target tiga medali emas yang dipatok bukan sekadar hisapan jempol, melainkan hasil analisis realistis dari peta kekuatan dan performa atlet pada berbagai ajang tryout.
Baca Juga : Diduga Picu Gejala Usai Konsumsi MBG, Dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang Disuspend 20 Hari
Sebagai tolok ukur kesiapan, jajaran atlet paralayang Kota Bogor sebelumnya telah menjajal atmosfer kompetisi ketat dalam kejuaraan bertajuk Nusantara Sky (Nu Sky) di Bukit Paralayang Gunung Mas, Puncak, pada 14–17 Oktober 2026 lalu.
Ajang tersebut tak hanya diikuti pemayung nasional, tetapi juga dihadiri peserta internasional asal Malaysia dan China. Kesempatan bertanding melawan atlet luar negeri ini dimanfaatkan KPI Kota Bogor sebagai bahan evaluasi krusial.
Hasilnya pun cukup menjanjikan. Atlet junior Kota Bogor, Eva Estianti, sukses menyumbangkan medali perak pada nomor ketepatan mendarat. Sementara di kategori senior, Riki Maulana berhasil mengamankan medali perunggu.
Keberhasilan tersebut makin lengkap setelah tim beregu yang diisi oleh Riki Maulana, Muhammad Yuda, Muhammad Yudi, dan Vicki Lesmana turut mempersembahkan medali perunggu.
Meskipun persaingan dengan paralayang internasional terbilang sengit, Makmur menilai pengalaman tersebut menjadi suntikan motivasi berharga bagi anak-anak asuhnya untuk menutupi kekurangan teknis sebelum hari pertandingan tiba.
“Rintangan di udara memang tidak mudah, tetapi hasil evaluasi kemarin memberi kami gambaran jelas. Kami tekankan kepada seluruh atlet agar tetap fokus, menjaga mental bertanding, dan pantang menyerah. Peluang emas terbuka lebar selama kita siap secara maksimal,” tutupnya.




