Rekam24.com, Bogor – Bogor diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang berujung pada insiden membahayakan keselamatan warga. Sebuah peristiwa bangunan rumah ambruk terjadi di wilayah Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, akibat kombinasi cuaca ekstrem dan proyek pembangunan drainase yang sedang berjalan.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalsos-PB) BPBD Kota Bogor, peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2026 dini hari.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, memberikan keterangan resmi sekaligus imbauan penting kepada masyarakat luas. Beliau menegaskan bahwa jajarannya langsung bergerak cepat begitu laporan diterima dari warga.
“Kami langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi begitu laporan masuk untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparatur setempat. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kota Bogor, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat tebing, bantaran sungai, atau area yang sedang ada penggalian infrastruktur seperti drainase,” ujar Dimas Tiko saat dikonfirmasi.
Beliau juga menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan para korban serta mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak, termasuk pembersihan puing-puing agar akses jalan warga bisa kembali normal.
Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor secara terus-menerus memicu ketidakstabilan struktur tanah di sekitar lokasi kejadian. Situasi ini diperparah dengan adanya aktivitas pembangunan drainase di dekat pemukiman warga.
Akibatnya, struktur bangunan rumah milik warga setempat tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk. Adapun rincian warga terdampak adalah sebagai berikut:
Baca Juga : Demonstrasi 2 Tahun Prabowo-Gibran di Bogor Memanas: Mahasiswa Lempar Telur Busuk dan Suarakan Salam 3 Jari
Rumah Bapak Soma: Diisi oleh 1 Kepala Keluarga / 1 Jiwa (2 Jiwa Laki-laki). Mengalami kerusakan parah di area dapur dan kamar mandi.
Rumah Bapak Rizki: Diisi oleh 1 Kepala Keluarga / 5 Jiwa (2 Laki-laki, 3 Perempuan). Bagian rumahnya juga mengalami kerusakan cukup serius serta material reruntuhan sempat menutup akses jalan warga.
Mendapatkan laporan dari warga melalui media sosial, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan assessment (kajian cepat) serta berkoordinasi langsung dengan aparatur wilayah setempat.
Unsur-unsur yang turut terlibat dalam penanganan darurat ini meliputi, BPBD Kota Bogor (Personil di lokasi: Ichsan Bayu Garnada). Kelurahan Kebon Kalapa, LPM dan Babinsa Kebon Kalapa, Ketua RT dan RW setempat
Hingga saat ini, proses asesmen dan koordinasi lapangan telah rampung dilaksanakan oleh petugas.
Mengingat kondisi kerusakan yang dialami para korban cukup signifikan, saat ini terdapat beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk pemulihan awal:
Huntara (Hunian Sementara): Tempat tinggal sementara yang layak bagi keluarga terdampak.
Natura: Bantuan logistik bahan makanan pokok.
Pembersihan Puing-puing: Alat dan tenaga untuk membersihkan sisa reruntuhan rumah serta membuka kembali akses jalan warga yang tertutup.





