Berenang di Sungai Cileungsi, Bocah 11 Tahun Tenggelam hingga Meninggal Dunia

Seorang bocah 11 tahun bernama Yuda tenggelam saat berenang di Sungai Cileungsi, Gunung Putri, Kabupaten Bogor

Rekam24.com, Bogor – Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Yuda meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Sungai Cileungsi, Kampung Sungai Cileungsi, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (2/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Yuda sedang berenang bersama lima orang temannya di aliran Sungai Cileungsi.

Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor, korban diduga tidak mengetahui adanya bagian sungai yang memiliki kedalaman cukup dalam. Saat berenang, korban kemudian tenggelam.

Baca Juga : Konflik Lahan Sanur Memanas, Mahasiswa Desak ATR/BPN Tak Perpanjang HGB PT Restu Maharani

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 13.30 WIB dari staf Desa Tlajung Udik.

“Laporan kami terima sekitar pukul 13.30 WIB. Tim kemudian melakukan koordinasi dengan aparat desa dan unsur SAR untuk melakukan pencarian serta assessment di lokasi,” kata Adam.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bersama tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Baca Juga : Mingle vs Ome.tv: Platform Chat Acak Baru yang Sedang Naik Daun di 2026, Apakah Bisa Jadi Pengganti Omegle Selanjutnya?

Petugas menyisir area sekitar titik korban terakhir terlihat sebelum tenggelam.

Upaya pencarian berlangsung sekitar 20 menit. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB, tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

Yuda ditemukan berada di kedalaman sekitar tiga meter.

“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB, tidak jauh dari lokasi awal tenggelam dengan kedalaman kurang lebih tiga meter,” ujar Adam.

Baca Juga : Dari Haornas Menuju Tuan Rumah Porprov XV Jabar 2026

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di Klinik Yapida Tlajung Udik.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan assessment awal petugas di lapangan, korban diduga mengalami kelelahan saat berenang.

Saat kejadian, korban diketahui berenang bersama lima temannya, yakni Iko (13), Arjuna (11), Gunung (11), Adi (10), dan Oki (9).

Adam mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan anak-anak berenang di sungai, terutama di lokasi yang kedalaman maupun kondisi arusnya tidak diketahui.

Baca Juga : Jembatan Leuwitarik Bogor Ditutup hingga Desember 2026, Ada Pelebaran Jadi 2 Meter

“Dari hasil assessment awal, korban diduga mengalami kelelahan ketika berenang. Kami mengimbau agar anak-anak tidak berenang di sungai, terlebih pada lokasi yang kedalaman dan kondisi arusnya tidak diketahui,” tuturnya.

Dalam proses pencarian dan evakuasi korban, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya BPBD Kabupaten Bogor, Pemerintah Desa Tlajung Udik, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Gemawana Indonesia, Potensi SAR, serta Destana Gunung Putri.

BPBD Kabupaten Bogor kembali mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai.

Masyarakat juga diminta tidak mengizinkan anak-anak berenang di aliran sungai yang memiliki arus atau kedalaman yang sulit diperkirakan.

Peristiwa tenggelamnya bocah di Sungai Cileungsi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas bermain di sungai memiliki risiko keselamatan, terutama bagi anak-anak yang belum memahami kondisi arus dan kedalaman air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *