Rekam24.com, Jakarta – Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dikejutkan oleh kontroversi tak biasa dari ruang konferensi pers.
FIFA menuai kritik tajam netizen setelah beredar video viral yang memperlihatkan pelarangan penggunaan bahasa Spanyol dalam sesi tanya jawab menjelang laga komparasi besar antara Brasil dan Maroko di Stadion MetLife, New Jersey.
Insiden pertama menimpa jurnalis TV Azteca Deportes, Rodrigo Ornelas, yang mencoba bertanya kepada bintang Maroko, Achraf Hakimi.
Baca Juga : Prabowo Dukung JK Garap Proyek Energi Rp70 T
Meski Hakimi lahir di Madrid dan fasih berbahasa Spanyol, moderator FIFA langsung memotong pembicaraan. Petugas media berdalih bahwa bahasa Spanyol tidak masuk dalam daftar translasi resmi untuk pertandingan tersebut, meskipun status Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan di AS dan merupakan bahasa resmi Meksiko—salah satu negara tuan rumah.
Demi mematuhi regulasi ketat tersebut, Hakimi terpaksa menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris setelah sempat berdiskusi alot dengan pihak media officer.
Momen serupa tapi tak sama juga menimpa bintang Brasil, Vinicius Jr. Penyerang Real Madrid tersebut sempat meminta jurnalis Spanyol, Sergio Quirante, untuk berbicara dalam bahasa Spanyol.
Baca Juga : Pertempuran Ketat di Piala Dunia 2026: Brasil Dan Maroko Berbagi Poin
Namun karena mematuhi aturan baku FIFA yang hanya menyediakan translasi bahasa sesuai tim yang bertanding, jurnalis tersebut tetap melontarkan pertanyaan dalam bahasa Inggris, memaksa Vinicius menggunakan alat bantu dengar penerjemah otomatis.
Ironisnya, pelatih anyar Brasil, Carlo Ancelotti, justru menjadi sosok yang paling santai menggunakan bahasa campuran “Portuñol” (Portugis-Spanyol) sepanjang sesi tersebut berkat pengalamannya menukangi Real Madrid. Aturan kaku manajemen media FIFA ini dinilai banyak pihak kurang adaptif dengan realitas kultural tuan rumah Piala Dunia kali ini.








