Rekam24.com, Bogor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor sejak dini hari tadi mengakibatkan bencana tanah longsor cukup parah di kawasan pemukiman warga, tepatnya di Kampung Kebon Manggis, RT 01/RW 02, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Tebing setinggi 25 meter dengan lebar mencapai 120 meter ambrol, menutup akses jalan utama warga dan merusak fasilitas umum di sekitarnya.
Berdasarkan data dari BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan material longsoran menghantam sebuah WC umum dan mengakibatkan area dapur rumah milik ketua RT setempat ambruk. Tak hanya itu, sebuah bangunan Madrasah juga dilaporkan terdampak dan kondisinya kini cukup mengkhawatirkan.
Baca Juga : Pria Diduga Mabuk Ngamuk dan Pukul Wanita di Cibinong, Polisi Lakukan Penyelidikan
“Selain memutus jalan, longsoran ini juga mengancam lima rumah warga yang berada di sekitar lokasi,” ujar Dimas Tiko.
Total ada sekitar 9 Kepala Keluarga (KK) dengan 32 jiwa yang kini dalam kondisi terancam, di antaranya keluarga Bapak Asep Saepudin, Bapak Tarmidi, Bapak Andri Suheri, Bapak M. Ilias, dan Bapak Rifan Topik.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor telah melakukan asesmen di lokasi sejak pagi hari. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor pun turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan memastikan langkah penanganan darurat berjalan maksimal.
Sebagai langkah awal untuk mencegah longsor susulan, petugas bersama warga telah memasang 5 lembar terpal di titik mahkota longsor guna menahan rembesan air jika hujan kembali turun.
Baca Juga : Paledang Bogor Longsor 70 Meter, Pemkot Bogor Evakuasi Warga ke Huntara
Meski penanganan darurat telah dilakukan, warga di lokasi sangat mengharapkan langkah permanen dari pemerintah kota, antara lain pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan jalan warga yang terputus total, penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya terancam, serta relokasi bangunan madrasah agar kegiatan belajar mengajar tetap aman.
Hingga berita ini diturunkan, warga yang terdampak masih bertahan di rumah masing-masing namun tetap diimbau untuk selalu waspada, terutama saat cuaca ekstrem melanda. (Maya Melina)










