Jalan Tambang Bogor Tetap Dianggarkan Rp100 Miliar, Rudy Susmanto: Tahapan Masih Berjalan

Rekam24.com, Bogor – Rencana pembangunan jalan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor masih terus berjalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan anggaran pembebasan lahan sekitar Rp100 miliar tetap dialokasikan dalam postur APBD Tahun Anggaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto usai Rapat Paripurna (Rapur) DPRD Kabupaten Bogor, Senin (14/9/2026). Rapat tersebut membahas Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 serta Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

Rudy mengatakan, berbagai program yang masuk dalam rancangan anggaran pemerintah telah melalui tahapan perencanaan, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Yang pertama anggaran Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Yang kedua, Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027,” kata Rudy.

Baca Juga : Penanganan Kebakaran TPAS Galuga Masuki Hari Ke-8, Luas Area Terbakar Sisa 0,48 Hektare

Salah satu program yang masih menjadi perhatian Pemkab Bogor adalah pembangunan jalan tambang di wilayah barat.

Rudy menegaskan, rencana pembangunan tersebut tidak dihentikan. Saat ini pemerintah masih menjalankan berbagai tahapan yang diperlukan, khususnya terkait proses pembebasan lahan.

“Bahkan dalam postur APBD Tahun Anggaran 2026 anggarannya masih teranggarkan untuk pembebasan lahan kurang lebih sekitar 100 miliar rupiah,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, proses pembebasan lahan tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga : Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS Bandung, Seniman Tasikmalaya Dimakamkan di Kampung Halaman

Salah satu tahapan yang harus dipenuhi adalah penetapan lokasi. Untuk kebutuhan lahan dengan luas lebih dari lima hektare, penetapan lokasi tersebut memerlukan persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain pembebasan lahan, kesesuaian dengan tata ruang juga menjadi salah satu aspek yang harus dipastikan sebelum pembangunan jalan dilaksanakan.

Rudy menjelaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah barat Kabupaten Bogor tidak hanya berkaitan dengan jalan tambang.

Pemkab Bogor juga tengah mendorong konektivitas transportasi lainnya, termasuk rencana pengembangan kereta api.

Baca Juga : KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Kapal: 115 Dievakuasi, 1 Meninggal

“Maka tahapan-tahapan sedang kami proses. Bukan hanya jalan tambang, kita juga ingin mengkoneksikan wilayah barat dari sisi transportasi yang lain, salah satunya kereta api,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat tidak mengartikan rencana pengembangan kereta api sebagai pengganti pembangunan jalan tambang.

Ia menegaskan, kedua rencana tersebut merupakan bagian dari pengembangan konektivitas wilayah barat Kabupaten Bogor.

“Maka jangan sampai diputarbalikkan bahwa jalan tambangnya hilang berubah menjadi kereta api,” tegas Rudy.

Dengan demikian, hingga saat ini rencana pembangunan jalan tambang Bogor masih berada dalam tahapan proses, termasuk penyelesaian aspek pembebasan lahan dan kesesuaian tata ruang.

Dalam kesempatan yang sama, Rudy juga menyampaikan rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Kabupaten Bogor.

Baca Juga : Kemenekraf Dorong Startup Teknologi Indonesia Tembus Pasar Asia Tenggara, McEasy Perkuat AI

Pemkab Bogor bersama Pemerintah Pusat dan DPRD Kabupaten Bogor dijadwalkan melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 17 September 2026.

Rencana tersebut disampaikan di tengah upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

“Di tengah keprihatinan kita bersama memadamkan api di TPA Galuga, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Pusat bersama DPRD Kabupaten Bogor insyaallah di tanggal 17 September 2026 akan melaksanakan groundbreaking peletakan batu pertama pembangunan pengolahan sampah energi listrik,” ungkap Rudy.

Menurut Rudy, Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Selain proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik, pada tanggal yang sama juga direncanakan groundbreaking pembangunan pabrik pirolisis.

Fasilitas tersebut nantinya akan mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak, salah satunya solar.

“Sehingga ada dua pabrik besar pengolahan sampah yang tadinya dikelola secara manual, dikelola secara modern,” kata Rudy.

Rudy berharap pembangunan kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah modernisasi pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan wilayah barat Kabupaten Bogor.

“Inilah masa depan bangsa Indonesia ada di Kabupaten Bogor dan tentunya masa depan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Bogor wilayah barat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *