Lebih dari Perpustakaan, Rumah Baca Anjangsana Jadi Ruang Temu Pecinta Buku

Bukan sekadar hunian, bangunan ini telah bertransformasi menjadi Rumah Baca Anjangsana, sebuah perpustakaan dan toko buku rumahan

Rekam24.com, Bogor – Di sudut Jalan Pd. Tajur Indah, Bogor Timur, sebuah rumah yang sempat sunyi selama lima tahun kini kembali berdenyut. Bukan sekadar hunian, bangunan ini telah bertransformasi menjadi Rumah Baca Anjangsana, sebuah perpustakaan dan toko buku rumahan yang menawarkan kehangatan silaturahmi di balik tumpukan koleksinya.

Dikelola oleh pasangan suami istri, Ryan Rinaldy dan Nadia Pratiwi, tempat ini resmi dibuka sejak 25 Oktober 2025. Terinspirasi dari sebuah kafe barang bekas di Hanoi, Vietnam, mereka memutuskan untuk memberikan “kehidupan kedua” bagi rumah keluarga yang terbengkalai serta koleksi buku pribadi mereka.

Sesuai namanya yang diambil dari KBBI, Anjangsana berarti kunjungan untuk melepaskan rasa rindu. Ryan, yang memiliki latar belakang jurnalis dan humas, ingin setiap pengunjung merasa layaknya tamu yang berkunjung ke rumah kerabat.

Baca Juga : Di Tengah Isu Geopolitik Timur Tengah, 445 Jamaah Kloter 3 Kabupaten Bogor Tetap Diberangkatkan

“Kami memaknai tempat ini sebagai ruang bagi orang-orang untuk bersilaturahmi dengan cerita dan buku. Sering terjadi perbincangan antarpengunjung yang awalnya tidak saling kenal, hingga akhirnya mereka datang lagi bersama-sama,” ujar Ryan saat ditemui, Kamis (23/4/26).

Saat ini, tersedia sekitar 1.500 koleksi buku mulai dari novel, komik, non-fiksi, hingga buku anak. Selain membaca di tempat, pengunjung juga dapat membeli buku-buku dari penerbit lokal independen di area toko buku yang memanfaatkan salah satu kamar rumah tersebut.

Meski awalnya menargetkan warga lokal, antusiasme masyarakat rupanya melampaui ekspektasi. Pengunjung tercatat datang dari Jabodetabek, Karawang, hingga Sukabumi.

Baca Juga : Pulang Sekolah, Dua Remaja di Parungpanjang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

“Ada pengunjung dari Sukabumi yang rela naik kereta jam 5 pagi hanya untuk ke sini. Fakta bahwa orang-orang bersedia menempuh perjalanan jauh demi ruang baca sangat mengejutkan sekaligus menyenangkan bagi kami,” tambahnya.

Sebagai ruang independen, Rumah Baca Anjangsana kini menerapkan sistem tiket masuk untuk menjaga keberlangsungan operasional. Tingginya minat pengunjung juga membuat jam operasional diperluas menjadi lima hari seminggu.

Melalui gerakan kolektif berupa donasi buku dari kolega, Ryan dan Nadia berharap koleksi mereka terus bertumbuh. Mereka bercita-cita agar Bogor memiliki ekosistem toko buku independen dan komunitas literasi yang kuat, serupa dengan atmosfer di Yogyakarta atau Bandung.

Bagi kamu yang mencari suasana baru untuk membaca sambil menikmati camilan rumahan, Rumah Baca Anjangsana menjadi destinasi yang layak disambangi di Timur Kota Bogor. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *