Di Tengah Isu Geopolitik Timur Tengah, 445 Jamaah Kloter 3 Kabupaten Bogor Tetap Diberangkatkan

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, menyampaikan bahwa keberangkatan kloter 3 berjalan lancar dengan total 445 jamaah.

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor tetap memberangkatkan jamaah haji di tengah isu geopolitik di kawasan Timur Tengah. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, menyampaikan bahwa keberangkatan kloter 3 berjalan lancar dengan total 445 jamaah.

“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah, pada pagi ini kloter tiga untuk Kabupaten Bogor diberangkatkan. Jumlahnya 445 jamaah dari total 2.504 yang terbagi dalam delapan kloter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meski dinamakan kloter tiga, rombongan ini merupakan kloter pertama asal Kabupaten Bogor yang berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah daerah pun mengiringi dengan doa agar seluruh jamaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah.

Kita beriringi doa, semoga jamaah haji kita diberi kesehatan, bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah, berangkat dan pulang dengan selamat, serta kembali berkumpul dengan keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga : Pulang Sekolah, Dua Remaja di Parungpanjang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Jaro Ade juga menyampaikan pesan dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang meminta para jamaah turut mendoakan masyarakat Kabupaten Bogor serta bangsa dan negara, terutama di tengah kondisi geopolitik di Timur Tengah.

“Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah. Kami di daerah bersama kementerian terkait juga terus berkoordinasi agar pelayanan berjalan optimal,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi jamaah tetap prima, jajaran perangkat daerah turut dilibatkan, termasuk Dinas Kesehatan yang melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

Selain itu, Pemkab Bogor berharap kuota jamaah haji ke depan dapat meningkat. Pasalnya, pada tahun ini terjadi penurunan kuota di berbagai daerah, meski Kabupaten Bogor masih mendapatkan alokasi 2.504 orang.

Baca Juga : Kebakaran Gudang Busa Jok Mobil di Cileungsi, Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Ke depan kita berharap kuota bisa bertambah, karena antrean jamaah masih cukup panjang,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jamaah tahun ini terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari 17 tahun hingga 88 tahun. Meski sebagian telah menunggu hingga belasan tahun, semangat untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi.

“Hingga saat ini belum ada laporan kendala dari kementerian terkait penyelenggaraan haji tahun ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *