Rekam24, Vladivostok – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik.
Pernyataan itu disampaikan saat menjamu Presiden Prabowo Subianto dalam jamuan makan siang (working lunch) di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Kamis (3/9/2026).
Putin menyambut hangat kedatangan Prabowo yang hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan pribadinya.
Ia menyebut pertemuan kali ini sebagai pertemuan kedua keduanya sepanjang 2026.
“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” kata Putin, sebagaimana dilansir dari siaran resmi Sekretariat Presiden dan rilis Sekretariat Kabinet.
Ia menambahkan bahwa kontak pribadi yang intens antara kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan bilateral Rusia-Indonesia. Volume perdagangan kedua negara naik 12 persen tahun lalu, sementara komisi bersama di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus aktif.
Fokus kerja sama mencakup pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir.
Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia juga sudah ditandatangani.
Presiden Prabowo membalas sambutan tersebut dengan apresiasi.
Ia menyampaikan rasa bangga atas peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis dan menegaskan Rusia sebagai mitra sangat penting bagi Indonesia.
“Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis,” ujar Prabowo. Ia juga menekankan pentingnya konektivitas dan kerja sama maritim mengingat keduanya merupakan negara dengan wilayah yang luas di kawasan Pasifik.
Dalam pidatonya di sesi pleno EEF, Prabowo menekankan bahwa Samudra Pasifik bukanlah pemisah, melainkan harus menjadi “jalan raya” antara perekonomian Indonesia dan Rusia.
Ia mengajak pelaku usaha Rusia untuk datang ke Indonesia, memanfaatkan posisi Indonesia sebagai pintu masuk alami ke pasar ASEAN, dan menjadikan Danantara sebagai jembatan kerja sama investasi.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pertemuan di Vladivostok ini memperkuat intensitas diplomasi tingkat tinggi Indonesia-Rusia yang sudah berjalan intensif sejak 2025.
Kedua pemimpin sebelumnya bertemu di St. Petersburg (Juni 2025), Moskow (Desember 2025), dan kembali di Moskow (April 2026). Hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade terus diisi dengan kerja sama konkret di berbagai sektor strategis.
Sumber resmi: Rilis Sekretariat Kabinet dan siaran Sekretariat Presiden RI terkait pertemuan bilateral dan EEF ke-11 di Vladivostok, 3 September 2026.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi dari situs setkab.go.id dan setneg.go.id agar akurat, berimbang, dan sesuai pedoman konten yang aman.








