Transformasi Angkot Bogor, Era Baru Moda Transportasi Modern dan Ramah Difabel

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Foto/Istimewa
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Foto/Istimewa

Rekam24.com, Bogor – Langkah progresif terus diambil Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor guna merevolusi wajah transportasi publik di Kota Hujan. Tak lagi sekadar berfokus pada penguraian titik kemacetan, pemerintah daerah kini melangkah lebih jauh dengan menyasar peremajaan angkutan kota (angkot) konvensional agar lebih inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui grand design penataan transportasi terbaru, armada angkot di Kota Bogor disiapkan untuk bertransformasi menjadi kendaraan yang tidak hanya modern dan bersih dari polusi, tetapi juga mengedepankan kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengungkapkan bahwa pembenahan angkot merupakan satu dari tiga pilar utama reformasi transportasi daerah. Menurutnya, mayoritas angkot yang beroperasi saat ini sudah melewati batas usia ideal.

Baca Juga : Target Mutlak! IKASI Kota Bogor Bidik 7 Emas di Porprov Jabar 2026

“Dinamika angkutan publik di Bogor selama ini dihadapkan pada tantangan pelik. Sebagian besar armada angkot konvensional sudah berusia di atas 20 tahun. Kondisi kendaraan yang uzur ini tak hanya menurunkan kenyamanan penumpang, tetapi juga memicu efisiensi operasional yang buruk di jalan,” terang Sujatmiko, Selasa (27/10/2026).

Sebagai langkah konkret, Dishub mulai mengeksekusi program konversi dan penataan ulang jumlah armada (over supply) secara bertahap hingga penghujung tahun. Focus utama dari program ini adalah memastikan seluruh armada memenuhi standar pelayanan publik yang layak dan berkeadilan.

Modernisasi angkot Kota Bogor tidak sekadar mengganti fisik kendaraan, melainkan juga menerapkan teknologi modern. Armada baru nantinya bakal dibekali fitur penunjang yang memudahkan masyarakat dalam beraktivitas harian.

Baca Juga : Gelombang Kecaman Pasca-Insiden Represif Oknum Aparat Terhadap Jurnalis Video di Bogor

Sistem Pembayaran Digital: Penggunaan transaksi nontunai (e-money) untuk kemudahan dan kepraktisan penumpang.

Aksesibilitas Inklusif: Fasilitas khusus yang mudah diakses oleh rekan-rekan difabel.

Armada Ramah Lingkungan: Penggunaan mesin yang lebih efisien dan meminimalisasi emisi gas buang.

Integrasi Feeder: Penyesuaian rute angkot sebagai pengumpan ke koridor transportasi utama.

“Kami ingin membangun ekosistem transportasi yang seimbang antara pasokan (supply) dan permintaan (demand). Dengan begitu, bisnis para pemilik angkot tetap berjalan secara berkelanjutan, sementara warga Bogor menikmati layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan berkualitas,” tambah Sujatmiko.

Dukungan terhadap langkah strategis ini turut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati. Ia menilai keterbukaan dan inovasi teknologi dalam penataan angkot merupakan jawaban tepat di era digitalisasi.

“Lewat penerapan pembayaran digital dan penyediaan armada yang inklusif, citra transportasi umum di Bogor dipastikan berubah total. Angkot tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan bertransformasi menjadi moda transportasi pilihan utama yang modern, aman, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Ana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *