Kurangi Pengangguran, LPK Migumi dan Pemkot Bogor Fasilitasi Pelatihan Kerja ke Jepang

LPK Migumi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot Bogor) melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK)

Rekam24.com, Bogor – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Migumi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot Bogor) melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten yang siap ditempatkan di Jepang. Program ini menyasar pengurangan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Kota Bogor.

CEO LPK Migumi, Haryono, menjelaskan bahwa saat ini pelatihan telah memasuki batch kedua dengan fokus utama pada penguasaan bahasa Jepang dan keterampilan khusus (skill).

“Kami fokus pada persiapan kerja selama lima bulan untuk bahasa Jepang, ditambah satu bulan pelatihan spesifik sesuai minat, seperti perhotelan, care worker, hingga konstruksi. Target kami batch kedua ini minimal bisa mengisi satu kelas sebanyak 20 siswa,” ujar Haryono saat ditemui di BLK Kota Bogor.

Baca Juga : Wujudkan Mimpi ke Jepang, Sila: Lewat LPK Jauh Lebih Praktis!

Haryono menambahkan, perbedaan utama program di LPK Migumi adalah penekanan pada kemampuan percakapan (kaiwa) dan penggunaan instruktur asli (native speaker). Hal ini dilakukan agar para peserta tidak hanya memiliki sertifikat N4, tetapi juga mampu berkomunikasi lancar saat proses wawancara dengan perusahaan Jepang.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang LPK, Eka Permana, mengungkapkan bahwa peminat program ini cukup tinggi. Dari 80 pendaftar, sebanyak 63 peserta mengikuti proses seleksi, yang mayoritas merupakan warga Kota Bogor.

“Kami menyediakan tempat pelatihan selama enam bulan. Di sini mereka belajar bahasa, tata krama, hingga budaya Jepang. Setelah pelatihan, akan ada proses job matching atau wawancara dengan pihak Jepang melalui P3MI yang bekerja sama dengan PT Bijak,” jelas Eka.

Baca Juga : Kemendagri Puji Efektivitas WFH ASN di Kota Bogor, Hemat Anggaran hingga Rp900 Juta

Terkait pembiayaan, Eka menyebutkan biaya pelatihan mencapai Rp10 juta untuk 6 bulan. Namun, Pemkot Bogor tengah mengupayakan skema bantuan bagi warga lokal agar beban tersebut lebih ringan.

“Kami sedang mengusahakan apakah nantinya bisa gratis atau diskon 50 persen untuk warga Kota Bogor. Sementara untuk biaya keberangkatan, sudah ada skema dana talangan dari perbankan yang bekerja sama dengan P3MI,” tambahnya.

Program penempatan kerja ke Jepang ini mencakup sembilan sektor formal, di antaranya keperawatan, logistik, manufaktur, dan perhotelan.

Eka mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan peluang kerja luar negeri selama melalui jalur legal yang jaminan keselamatan kerjanya jelas. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *