Bogor Titik Nol Gerakan Indonesia ASRI, Situ Gede Jadi Simbol Perlawanan Sampah

Kawasan Situ Gede, Kota Bogor, resmi terpilih sebagai titik nol peluncuran Gerakan Indonesia ASRI dengan memungut sampah di danau

Rekam24.com, Bogor – Memperingati Hari Buruh sekaligus merespons darurat sampah nasional, kawasan Situ Gede, Kota Bogor, resmi terpilih sebagai titik nol peluncuran Gerakan Indonesia ASRI pada Jumat (8/5/2026).

Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan pada awal 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan bahwa aksi “Bebersih” ini adalah pengingat bahwa urusan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Terlebih, fenomena perubahan iklim kini telah bergeser menjadi “bencana iklim” (climate disaster).

Baca Juga : Viral! Pasangan Pria dan Wanita Diduga Gasak Ponsel di Lantai Mall Cibubur

“Indonesia masuk tiga besar negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Jangan ditambah lagi dengan perilaku buruk seperti membuang sampah atau minyak jelantah ke danau,” tegas Dedie.

Ia juga mengedukasi warga bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah memiliki nilai ekonomi. Di Bogor, terdapat kelompok masyarakat yang membeli jelantah seharga Rp9.000 per liter untuk diolah kembali, sehingga tidak mencemari ekosistem Situ Gede.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Z.A., menjelaskan alasan pemilihan Situ Gede sebagai lokasi peluncuran nasional. Menurutnya, Situ Gede adalah simbol harmoni alam yang memadukan unsur air, hutan, dan pemukiman.

Baca Juga : Pelaku Ganjal ATM di Sentul Ditangkap, Polisi Amankan 41 Kartu dari Berbagai Bank

Dalam gerakan ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didapuk sebagai ujung tombak dengan pendekatan yang lebih humanis. Fokusnya bukan lagi sekadar penindakan, melainkan edukasi budaya bersih dan penataan estetika kota.

“Kita ingin menumbuhkan budaya bersih. Satpol PP akan ikut menertibkan atribut yang merusak estetika, seperti baliho tak tertata, hingga memastikan kebersihan fasilitas umum. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” ujar Safrizal.

Hanya dalam hitungan jam, aksi di Situ Gede berhasil mengumpulkan total 2.298,5 kg sampah yang didominasi limbah plastik.

Baca Juga : Pelaku Ganjal ATM di Sentul Ditangkap, Polisi Amankan 41 Kartu dari Berbagai Bank

Sebagai solusi di hilir, Dedie menambahkan bahwa tahun depan Bogor dijadwalkan merampungkan dua unit Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL) dengan kapasitas total 2.500 ton untuk memproses sampah secara teknologi.

Tak hanya soal lingkungan, Dedie juga mengungkapkan rencana pengembangan koridor jalan alternatif di sekitar wilayah Cifor menuju kawasan Edu-Town bekerja sama dengan IPB University. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Dramaga.

“Komunikasi dengan pihak IPB dan Pemerintah Kabupaten Bogor sudah berjalan. Kita siapkan jalan yang lebih representatif agar akses ke kampus dan pemukiman menjadi lebih memadai,” pungkasnya. (Maya Melina) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *