Rekam24.com, Bogor – Gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang menyemarakkan Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) terbukti membawa dampak instan bagi roda perekonomian lokal. Antusiasme warga yang memadati rute kirab tidak hanya menghidupkan suasana kota, tetapi juga mendatangkan berkah bagi para pelaku usaha.
Kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menambah daya tarik acara yang diikuti oleh belasan kampung adat dan perwakilan kesenian dari berbagai provinsi ini. Mulai dari pedagang asongan hingga pengusaha hotel merasakan langsung “angin segar” dari helaran budaya tersebut.
Bagi pedagang kecil seperti Danu, acara ini adalah peluang emas. Pria yang sehari-harinya bekerja serabutan ini mengaku sengaja berjualan es teh untuk mencari penghasilan tambahan.
Baca Juga : Lautan Manusia Padati Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bogor
“Alhamdulillah laku. Biasanya kerja serabutan tidak menentu, tapi dengan adanya acara begini, minimal dua papan (18 gelas) bisa terjual. Ini tadi sudah tiga kali balik stok,” ungkap Danu sumringah.
Hal senada dirasakan Tuti, pedagang di kawasan Suryakencana. Ia menyebutkan bahwa dagangannya, seperti sosis bakar, laris manis sejak petang. “Selepas Magrib saja sudah laku setengah. Harapannya habis semua karena penonton memang sangat ramai,” ujarnya.
Tak hanya UMKM, sektor jasa akomodasi pun ikut terdongkrak. Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Kota Bogor sebagai salah satu lokasi rangkaian Milangkala Tatar Sunda.
Baca Juga : Tembus 600 Ribu Pelamar, Menko Pangan Jamin Seleksi Koperasi Desa Bebas KKN
“Kami berharap kegiatan budaya seperti ini menjadi atraksi wisata tetap yang mampu menarik wisatawan luar Bogor untuk datang, menginap, dan berwisata. Ini adalah angin segar bagi industri perhotelan,” kata Yuno.
Kirab dimulai dari Museum Pajajaran Batutulis, melintasi Jalan Siliwangi, dan berakhir di kawasan ikonik Jalan Surya Kencana. Pawai ini menjadi parade keragaman, menampilkan kampung adat mulai dari Gelaralam hingga Cireundeu.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya kesenian tamu seperti Ondel-ondel (DKI Jakarta), Rampak Bedug (Banten), hingga Kuda Renggong (Sumedang). Perpaduan seni lintas daerah ini sukses menjadikan Kota Bogor sebagai pusat perhatian budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan dalam satu hari penuh.









