Rekam24.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan perlindungan sosial, hingga percepatan pengentasan kemiskinan nasional.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
“Bapak Presiden memberikan perhatian serius kepada UMKM dan ekonomi kreatif. Seluruh program yang telah dicanangkan akan terus dilanjutkan. Presiden memerintahkan kementerian dan lembaga untuk memfasilitasi UMKM agar terus tumbuh,” ujar Muhaimin.
Baca Juga : DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi KPK dalam Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan dan Pokok-pokok Pikiran Dewan
Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah akan mendorong kementerian, lembaga, hingga BUMN untuk menyediakan ruang bagi pelaku UMKM. Aset-aset yang belum optimal akan dimanfaatkan sebagai lokasi pemasaran, display produk, hingga penyelenggaraan festival UMKM.
Tak hanya fasilitas fisik, pemerintah juga berencana menambah anggaran khusus. “Tahun ini kami mengajukan anggaran tambahan tidak kurang dari Rp1 triliun untuk mendukung tumbuh kembang UMKM dan ekonomi kreatif. Selain itu, akses kredit seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) akan terus dipermudah,” imbuhnya.
Di sektor perlindungan sosial, pemerintah telah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp508,2 triliun. Dana ini mencakup bantuan sosial tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga subsidi iuran jaminan kesehatan.
Baca Juga : Polisi Ungkap 82 Kasus Narkoba di Bogor, 94 Tersangka Diamankan
Muhaimin menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan lebih tepat sasaran. Pemerintah kini mewajibkan seluruh lembaga untuk merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah saat ini menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas pengentasan kemiskinan. Langkah strategis ini diambil guna mengejar target ambisius nasional.
“Kami optimis dan yakin kemiskinan ekstrem di tahun 2026 bisa mencapai 0 persen, dan angka kemiskinan umum turun menjadi 5 persen pada 2029,” pungkas Muhaimin.









