Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Bank BJB melakukan soft opening Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau skybridge di kawasan Cibinong, Jumat malam.
Meski telah diperkenalkan kepada publik, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan fasilitas tersebut belum akan langsung dioperasikan secara penuh karena masih harus melalui tahap pengecekan dan pengujian struktur.
Menurut Rudy, pembangunan JPO tersebut tidak menggunakan anggaran yang dialokasikan untuk program prioritas daerah seperti penanganan kemiskinan maupun stunting. Seluruh pembiayaan pembangunan dilakukan melalui dukungan penuh dari Bank BJB.
Baca Juga : Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Sempur Kaler, Kerugian Capai Rp500 Juta
“JPO ini dibangun 100 persen melalui sponsor dari Bank BJB. Kami tidak melakukan realokasi anggaran penanganan kemiskinan maupun stunting,” kata Rudy.
Ia menjelaskan, setelah soft opening dilakukan, tim pelaksana masih akan menutup sementara akses JPO selama beberapa hari ke depan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan bangunan benar-benar memenuhi standar sebelum digunakan masyarakat secara luas.
“Kami meminta tim pelaksana untuk mengecek kembali struktur bangunan yang ada. Jangan sampai karena JPO baru selesai lalu langsung digunakan dalam kapasitas yang cukup banyak. Kami ingin material dan konstruksinya diuji secara baik dan benar sehingga ke depan aman digunakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Gunakan Strategi ‘Satu Korban Satu Lawyer’, LBH BAS Tuntaskan Sebagian Kasus Pinjol Satpol PP Kota Bogor
Rudy juga menyoroti konsep desain JPO yang dibuat ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, keberadaan jalur landai membuat fasilitas tersebut tidak hanya dapat digunakan pejalan kaki, tetapi juga pengguna kursi roda dan pesepeda.
“Kenapa JPO ini lebih panjang? Karena kita ingin pengguna kursi roda maupun yang menggunakan sepeda bisa menggunakan jembatan penyeberangan orang tersebut. Ada dua jalur, satu berupa tangga dan satu lagi jalur yang aksesibel bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.
Meski kebutuhan pembangunan JPO di sejumlah titik lain di Kabupaten Bogor masih cukup besar, Rudy menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita ingin pembangunan-pembangunan tidak sepenuhnya menggunakan APBD, tetapi melalui kolaborasi dari seluruh pihak sehingga kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi secara bertahap,” katanya.
JPO skybridge tersebut menjadi salah satu fasilitas baru yang diperkenalkan bersamaan dengan pembukaan K-BogorFest 2026, agenda tahunan yang melibatkan pelaku usaha dan UMKM di Kabupaten Bogor.









