Rekam24.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi merestui rencana investasi sektor energi senilai Rp70 triliun yang diajukan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Lewat komitmen ini, kelompok usaha JK siap membangun pembangkit listrik baru berkapasitas 2.000 megawatt (MW) guna menyokong transisi energi hijau di tanah air.
JK menjelaskan bahwa kebutuhan energi nasional akan meningkat signifikan jika Indonesia ingin memacu pertumbuhan ekonomi melampaui rata-rata saat ini yang mandek di angka 5 hingga 6 persen. Menurutnya, pasokan listrik yang melimpah adalah syarat mutlak agar sektor industri, investasi, dan aktivitas ekonomi bisa berlari lebih cepat.
Baca Juga : Spoiler One Piece Terbaru: Duel Dewa vs Raksasa di Elbaf, Masa Lalu Imsama & Joy Boy Terbongkar!
“Kami siap membangun tambahan pembangkit sebesar 2.000 MW, termasuk PLTA dan PLTG. Pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen membutuhkan pasokan energi yang jauh lebih besar,” ujar JK.
royek baru ini merupakan kelanjutan dari ekspansi bisnis energi kelompok usaha milik JK, yang sebelumnya telah sukses mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas total mencapai 1.500 MW.
JK mengungkapkan bahwa seluruh persiapan mendasar untuk proyek 2.000 MW ini sebenarnya telah rampung. Mulai dari penentuan lokasi pembangunan, desain teknis, hingga skema investasi sudah matang. Saat ini, pihaknya tinggal menyelesaikan beberapa aspek teknis bersama pemerintah sebelum proyek resmi dieksekusi.
Baca Juga : Pertempuran Ketat di Piala Dunia 2026: Brasil Dan Maroko Berbagi Poin
“Dari sisi desain dan lokasi sudah siap. Sekarang tinggal pembahasan teknis dengan pemerintah. Bapak Presiden sendiri telah memberikan persetujuan untuk segera direalisasikan,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah memang tengah menempatkan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan gas sebagai pilar penting untuk mendorong industrialisasi nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
Dengan tambahan kapasitas 2.000 MW ini, pasokan listrik diharapkan mampu mengamankan kebutuhan industri global, menarik investasi baru, hingga menghidupkan kawasan ekonomi terpadu di berbagai daerah.
Menariknya, selain membahas proyek energi, pertemuan antara dua tokoh bangsa ini juga sempat menyinggung dinamika geopolitik internasional, termasuk isu keamanan dan perdamaian di kawasan Asia serta Timur Tengah.
Masuknya investasi jumbo dari JK ini dinilai menjadi sinyal positif bagi percepatan infrastruktur nasional sekaligus pembuktian komitmen nyata dalam menyukseskan agenda transisi energi bersih di tanah air.







