Jabar Dapat Jatah Terbanyak, Menko AHY Sebut Renovasi MTs Fokus pada Wilayah 3T dan Sanitasi Layak

Sebanyak 127 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Jabar dipastikan masuk dalam daftar penerima program renovasi besar-besaran

Rekam24.com, Bogor – Angin segar berembus bagi dunia pendidikan Islam di Jawa Barat. Provinsi ini resmi menjadi fokus utama dalam proyek renovasi massal madrasah yang digulirkan oleh pemerintah pusat. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 127 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Jabar dipastikan masuk dalam daftar penerima program renovasi besar-besaran untuk periode 2025–2026.

Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) bersama Kementerian Agama (Kemenag) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Pemerintah telah membagi mega proyek ini ke dalam beberapa gelombang pengerjaan demi efektivitas anggaran:

Baca Juga : Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polisi Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Tahap 1 (2025): Sebanyak 548 madrasah di seluruh Indonesia telah rampung direnovasi menggunakan skema Single Year Contract (SYC) dengan total anggaran fantastis mencapai Rp1,3 triliun.

Tahap 2 (2025): Menyasar 13 madrasah di Kalimantan Barat dengan anggaran Rp60 miilar yang saat ini pengerjaannya sedang berjalan.

Tahap 2 (Periode 2025–2026): Mencakup renovasi total 836 madrasah di tingkat nasional. Di fase inilah 127 MTs di Jawa Barat akan mendapatkan giliran perbaikan menyeluruh.

Baca Juga : Hattrick Galen Bawa Tim Sepak Bola Kota Bogor Cukur KBB 5-0 di Popwilda Jabar 2026

Merespons rencana tambahan rehabilitasi 60.000 sekolah yang sempat dilaporkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti kepada Presiden, pemerintah menegaskan bahwa skala prioritas ke depan tetap diarahkan ke wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal) serta kawasan perbatasan.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa integrasi pembangunan wilayah harus menyentuh sektor pendidikan dasar. Renovasi ini tidak hanya fokus pada ketahanan struktur bangunan agar aman dari risiko roboh, melainkan juga menyasar perbaikan ekosistem pendukung sekolah yang sering terabaikan.

Baca Juga : Hattrick Galen Bawa Tim Sepak Bola Kota Bogor Cukur KBB 5-0 di Popwilda Jabar 2026

Poin-poin penting yang menjadi fokus perbaikan antara lain, Fasilitas Belajar: Optimalisasi ruang kelas dan laboratorium yang layak, Kebutuhan Dasar: Peningkatan sarana sanitasi dan akses air bersih., Kesehatan Siswa: Perbaikan toilet dan kamar mandi sekolah agar lebih higienis, aman, dan nyaman.

“Pembangunan infrastruktur kewilayahan tidak boleh melupakan pilar utamanya, yaitu manusia. Di Jawa Barat dan wilayah lainnya, kita pastikan renovasi 127 MTs ini berjalan tepat waktu. Sering kali kita temui sekolah yang tidak punya toilet layak dan bersih, padahal ini kebutuhan dasar. Jadi, bicara sekolah bukan hanya bangunannya saja, tapi juga ekosistemnya. Anggaran yang tersedia akan difokuskan untuk memperbaiki fasilitas yang sifatnya mendasar,” ujar Menko AHY kepada wartawan saat meninjau lokasi MTSN 1 Kota Bogor, JUmat 19 Juni 2026.

Melalui perbaikan infrastruktur yang asri, aman, dan sehat ini, pemerintah berharap dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Goal besarnya adalah mencetak generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas karakter yang unggul. (May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *