PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun, Olah 1.500 Ton Sampah per Hari dan Hasilkan Listrik 24 MW

Wali Kota Bogor saat meninjau pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga Bogor, Foto/Maya Melina

Rekam24.com, Bogor – Pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 resmi dimulai di kawasan Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

Proyek yang merupakan kerja sama Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut dirancang untuk membantu menangani persoalan sampah di wilayah Bogor sekaligus menghasilkan energi listrik.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan dimulainya pembangunan PSEL Bogor Raya 1 merupakan hasil dari proses panjang dan penyesuaian regulasi, termasuk perubahan dasar kebijakan dari Perpres Nomor 35 menjadi Perpres Nomor 109.

“Prosesnya cukup panjang, dimulai saat bertemu dengan Menteri LH di bulan Mei 2025. Hari ini, 17 September 2026, akhirnya kita bisa mewujudkan mulainya pelaksanaan pembangunan PSEL Bogor Raya 1 berkat sinergi Menko, para menteri, hingga Pemkab dan Pemkot Bogor,” ujar Dedie.

PSEL Bogor Raya 1 dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari.

Baca Juga : Danantara Mulai Bangun PSEL Bogor Raya 1 di Galuga, Investasi Rp2,8 Triliun

Dari kapasitas tersebut, sekitar 1.000 ton per hari dialokasikan untuk sampah dari Kabupaten Bogor, sedangkan 500 ton per hari berasal dari Kota Bogor.

Selain sampah baru, sekitar 10 persen atau 150 ton per hari dari total kapasitas tersebut akan berasal dari proses mining atau pengambilan deposit sampah lama yang sudah berada di kawasan tersebut.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban sampah baru sekaligus menangani sebagian timbunan sampah lama di kawasan Galuga.

Selain fasilitas PSEL, investor juga akan membangun pyrolysis plant atau fasilitas pirolisis dengan kemampuan mengolah sekitar 1.000 ton deposit sampah lama.

Teknologi tersebut akan digunakan untuk menangani material dari timbunan sampah lama yang masih memiliki potensi untuk diolah.

Baca Juga : Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Keluarga Gery Donovan Menanti Kepastian Pencarian

Kombinasi PSEL dan teknologi pirolisis diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan sampah di kawasan Galuga.

Selain mengurangi volume sampah, PSEL Bogor Raya 1 juga dirancang menghasilkan energi listrik dengan kapasitas hingga 24 megawatt.

Untuk penyerapan listrik yang dihasilkan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) sebagai offtaker atau pembeli listrik.

“Ujung-ujungnya sampah yang dikelola ini menjadi listrik. Tadi sudah tanda tangan MoU dengan PLN, jadi PLN pasti membeli listrik ini sesuai mandat Perpres 109,” kata Dedie.

Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Sampaikan 5 Suara Penting di KTT BRICS 2026: Dari Spirit Bandung hingga RI Tak Mau Didikte

Dengan adanya kepastian pembeli listrik, energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah nantinya dapat disalurkan ke sistem kelistrikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Proyek PSEL Bogor Raya 1 dikerjakan investor asal Tiongkok yang bermitra dengan Danantara.

Investor tersebut disebut memiliki pengalaman mengoperasikan hampir 70 fasilitas PSEL di daratan Tiongkok dan didukung teknologi yang memiliki paten dari sejumlah negara.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat mendukung pembangunan dan pengoperasian fasilitas PSEL Bogor Raya 1.

Selama masa konstruksi yang diperkirakan berlangsung sekitar 1,5 tahun, Pemerintah Kota Bogor tetap melakukan penanganan sampah dari tingkat hulu.

Dedie mengimbau masyarakat ikut mengurangi beban sampah dengan melakukan pemilahan sejak dari rumah.

Material yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik jenis polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET), dapat dipisahkan untuk kemudian didaur ulang.

Upaya tersebut sejalan dengan gerakan 3R (reduce, reuse, recycle).

Dengan pembangunan PSEL Bogor Raya 1, pemerintah berharap persoalan sampah di wilayah Bogor dapat ditangani secara lebih terintegrasi, mulai dari pengurangan sampah di tingkat rumah tangga hingga pengolahan sampah menjadi energi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *