Air Kolam di Gunung Sindur Berubah Merah, Ini Penjelasan DLH Kabupaten Bogor

Gambar ilustrasi Fenomena air berubah menjadi merah, Foto/Gemini Ai
Gambar ilustrasi Fenomena air berubah menjadi merah, Foto/Gemini Ai

Rekam24.com, Bogor – Air kolam di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, sempat berubah warna menjadi merah dan menarik perhatian masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor kemudian turun ke lokasi untuk mengecek fenomena tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, saat petugas datang, perubahan warna pada air kolam tersebut sudah tidak terlihat.

Bacaan Lainnya

“Enggak, kemarin kita ke lapangan sore sudah tidak ada lagi. Itu fenomena kain yang ada pewarna, kemudian menjadi tumpukan warna di situ,” kata Teuku Mulya.

Menurut Teuku, DLH masih mendalami penyebab pasti perubahan warna air tersebut. Salah satu kemungkinan yang sedang ditelusuri adalah aktivitas masyarakat yang mencuci kain di sekitar lokasi.

Baca Juga : Syukuran OTT Kepala BPN Bogor, Warga Potong Domba dan Desak KPK Tuntaskan Korupsi Agraria

Zat pewarna dari kain yang terbawa air dan larut dalam kolam diduga dapat menyebabkan air mengalami perubahan warna.

“Pencucian kain di situ jadi air jadi warna. Masih kita dalami. Karena sudah tidak ada lagi, tadi sore sudah tidak ada lagi, sementara saja itu berwarna,” ujarnya.

Meski demikian, Teuku mengatakan perubahan warna air tidak selalu disebabkan oleh aktivitas manusia. Fenomena alam juga dapat menyebabkan air berubah warna dalam kondisi tertentu.

“Fenomena alam itu bisa jadi karena jamur atau ganggang, kemudian berubah warna dari alam sekitar hingga memunculkan warna merah,” jelasnya.

Baca Juga : Prabowo di Gontor: Serukan “Free Palestine” dan Tegaskan Nilai Panca Jiwa Sejalan dengan Pembangunan Indonesia

Munculnya fenomena air kolam yang berubah warna menjadi merah sempat menarik perhatian masyarakat. DLH Kabupaten Bogor mengimbau warga agar tidak terburu-buru mengaitkan perubahan warna tersebut dengan hal-hal mistis, keramat, maupun mukjizat.

“Kita mengimbau masyarakat supaya tidak buru-buru mengambil kesimpulan bahwa itu adalah sesuatu yang magic atau sesuatu yang keramat, karena itu hanya fenomena buatan dan fenomena alam yang sesaat kemudian berubah warna air yang saat itu menjadi warna merah atau warna yang lainnya,” kata Teuku.

Ia kembali menjelaskan bahwa kain yang luntur ketika dicuci dapat menghasilkan pigmen warna yang kemudian terbawa ke air dan menyebabkan perubahan warna.

Terkait keamanan air, Teuku mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil atau mengonsumsi air yang mengalami perubahan warna.

“Iya, jangan diambil untuk diminum atau apa. Sebaiknya tidak dilakukan oleh masyarakat karena berbahaya kalau tidak dilakukan sesuai prosedur seperti disaring, dimasak sehingga bisa dikontak dengan layak,” pungkasnya.

Hingga saat ini, DLH Kabupaten Bogor masih mendalami penyebab perubahan warna air kolam di Gunung Sindur untuk memastikan sumber serta kandungan yang menyebabkan fenomena tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *