Rekam24.com – Auto2000 kembali menggelar Best People Contest 2026 sebagai ajang seleksi dan pengembangan kompetensi ribuan personel purna jual (aftersales) dari seluruh Indonesia. Kompetisi tahunan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan bengkel resmi Toyota sesuai standar global.
Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan kontes tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan program pembinaan berjenjang yang menguji kemampuan teknis, penerapan standar operasional (SOP), hingga keterampilan komunikasi para personel.
“Kompetisi ini sangat penting dan selalu kami lakukan. Tahun ini total personel aftersales yang terlibat secara nasional mencapai 2.794 orang. Mereka disaring mulai dari tingkat cabang, regional, hingga akhirnya menyisakan finalis terbaik di tingkat nasional,” ujar Anton.
Baca Juga : Bukan Cuma Rebutan Anggaran, Pemkot dan DPRD Kota Bogor Kini ‘Adu Jotos’ di Lapangan Hijau
Best People Contest 2026 melibatkan seluruh lini layanan purna jual Auto2000.
Adapun kategori yang diperlombakan meliputi, Mekanik atau Teknisi General Repair (GR), Foreman, Service Advisor (SA), Partsman atau Parts Person, Teknisi Toyota Home Service (THS), Jaringan Bengkel Mitra Auto Expert
Melalui proses seleksi berjenjang tersebut, Auto2000 memastikan seluruh personel memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pelayanan Toyota kepada pelanggan.
Baca Juga : Tes Fisik Tahap II Jadi Tolok Ukur Kesiapan 525 Atlet Kota Bogor Menuju Porprov Jabar
Pada penyelenggaraan tahun ini, Auto2000 memberikan perhatian khusus terhadap penguasaan teknologi kendaraan elektrifikasi atau xEV, seiring meningkatnya penjualan mobil hybrid dan kendaraan listrik Toyota di Indonesia.
Anton mengungkapkan kontribusi penjualan kendaraan elektrifikasi di jaringan Auto2000 kini telah mencapai lebih dari 30 persen. Oleh karena itu, materi pelatihan maupun simulasi dalam kompetisi didominasi oleh kendaraan berteknologi hybrid.
“Pengembangan kompetensi sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan perkembangan pasar. Seluruh kurikulum pelatihan teknisi kami mengikuti standar yang dikontrol langsung oleh Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang. Bahkan sebelum produk baru dipasarkan, kesiapan fasilitas dan teknisi kami telah dipastikan siap di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga : Kebakaran Hotel Pullman Central Park Jakarta, Api Berawal dari Gedung Parkir
Selain kemampuan teknis di bengkel, Auto2000 juga meningkatkan kompetensi personel Toyota Home Service (THS).
Berbeda dengan teknisi bengkel konvensional, petugas THS dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas. Mereka harus mampu menangani proses penerimaan kendaraan, melakukan servis, memberikan penjelasan kepada pelanggan, hingga menyelesaikan administrasi dan transaksi langsung di lokasi konsumen.
Auto2000 juga terus membuka kesempatan yang sama bagi tenaga kerja perempuan di sektor purna jual.
Menurut Anton, saat ini cukup banyak perempuan yang telah menduduki posisi strategis, mulai dari Service Advisor, Kepala Bengkel, hingga Kepala Cabang.
“Kami tidak membatasi berdasarkan gender. Yang terpenting adalah kompetensi dan profesionalisme. Karena itu kami terus mendorong lingkungan kerja yang terbuka dan inklusif,” katanya.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia berdampak positif terhadap performa bisnis layanan purna jual Auto2000.
Di tengah kondisi pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan, layanan bengkel resmi Auto2000 justru mencatat pertumbuhan positif.
Berikut capaian yang berhasil diraih:
Jumlah kendaraan yang masuk bengkel (unit inflow) meningkat 3 persen.
Pendapatan sektor aftersales tumbuh sebesar 8 persen.
Pencapaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan bengkel resmi Auto2000.
Melalui penyelenggaraan Best People Contest 2026, Auto2000 optimistis mampu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat layanan purna jual Toyota agar tetap memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi seluruh pelanggan di Indonesia.








