Bukan Cuma Rebutan Anggaran, Pemkot dan DPRD Kota Bogor Kini ‘Adu Jotos’ di Lapangan Hijau

Pertandingan persahabatan antara jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melawan DPRD Kota Bogor dalam acaranya walikota Cup 2026

Rekam24.com, Bogor – Suasana kaku yang biasa mewarnai ruang rapat balai kota mendadak cair di Lapangan Manunggal, Bogor Barat, Sabtu (1/8/2026) sore. Jika biasanya jajaran eksekutif dan legislatif berdebat sengit soal program kerja dan alokasi anggaran, kali ini diplomasi dilakukan lewat cara yang jauh lebih santai: merebut bola di atas rumput hijau.

Pertandingan persahabatan antara jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melawan DPRD Kota Bogor ini digelar sebagai laga pembuka Wali Kota Bogor Cup 2026.

Canda Dedie Rachim: “Kiper DPRD Kayak Pemain Liga Belanda!”
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir langsung menyaksikan jalannya laga seru yang akhirnya dimenangkan oleh tim DPRD Kota Bogor melalui adu penalti. Meski timnya harus mengakui keunggulan lawan, Dedie melempar candaan segar usai laga usai.

Baca Juga : Dua Remaja Hendak Tawuran di Desa Iwul Bogor Diamankan Polsek Parung

“Pemain Pemkot ini kan bukan profesional. Kalau kawan-kawan DPRD sih kelihatannya profesional semua, bahkan kipernya saja mirip pemain Liga Belanda,” seloroh Dedie disambut tawa para ASN dan anggota dewan di lokasi.

Di luar kelakar tersebut, Dedie menekankan pentingnya momentum seperti ini sebagai ruang penyegaran (refreshing) bagi para pejabat publik. Menurutnya, komunikasi tidak melalu harus dibangun dalam suasana formal yang penuh tekanan.

Melalui kegiatan olahraga bersama, para pejabat bisa saling bertukar pikiran, berdiskusi santai, hingga membangun koordinasi yang jauh lebih peka dan mendalam.

Baca Juga : Proyek RS Pandu Diduga Sebabkan Jalan Bangbarung Bogor Licin, DPRD Minta Satpol PP Bertindak

Persatuan di Atas Lapangan
Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengapresiasi inisiatif turnamen yang berhasil mempertemukan dua lembaga ini dalam suasana penuh keakraban.

Adityawarman menyebut bahwa persaingan sehat di lapangan hijau adalah simbol keharmonisan antar-instansi. Hasil akhir pertandingan, menurutnya, tidak sebanding dengan nilai kebersamaan yang terbangun.

“Biasanya kami berdebat soal program dan advokasi warga, hari ini kami berebut bola. Kalah atau menang itu hal biasa, yang terpenting persahabatan dan kolaborasi demi Kota Bogor tetap terjaga,” tegasnya.

Baca Juga : Saham Samsung dan SK Hynix Melonjak Usai Laporan Amazon dan Microsoft Lampaui Ekspektasi

Pertandingan pembuka ini pun berjalan kondusif, menjunjung tinggi sportivitas, dan sukses menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar yang menyaksikan dari pinggir lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *