Baru 2 Tahun Direnovasi, Jembatan di Cibalagung Bogor Kembali Roboh: Warga Terisolasi

Sebuah jembatan penghubung vital di Kampung Cibalagung, Kelurahan Pasir Jaya, ambruk total pada Senin siang (4/5/2026)

Rekam24.com, Bogor– Intensitas hujan yang ekstrem di wilayah Bogor kembali memakan korban infrastruktur. Sebuah jembatan penghubung vital di Kampung Cibalagung, Kelurahan Pasir Jaya, ambruk total pada Senin siang (4/5/2026), akibat fondasi yang terkikis derasnya arus sungai.

Bencana ini seolah menjadi pukulan beruntun bagi warga setempat. Pasalnya, hanya beberapa jam sebelumnya—tepatnya pada Minggu malam usai waktu Isya—bangunan masjid dan sejumlah rumah warga di area yang sama sudah lebih dulu roboh akibat pergeseran tanah dan longsor.

Iwan (43), seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa struktur bawah jembatan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Terdapat rongga besar pada fondasi akibat pengikisan air sungai yang terus-menerus.

Baca Juga : Di Balik Tagline ‘Beres’, Kota Bogor Masih Banjir dan Memakan Korban Jiwa

“Bawah jembatannya memang sudah bolong terkikis air. Begitu hujan deras mengguyur dan debit air naik, hantaman arus langsung merobohkan struktur jembatan hingga terbawa arus,” jelas Iwan saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menceritakan betapa mengerikannya kondisi saat itu. Dalam keadaan normal, jarak permukaan air ke badan jembatan mencapai 3 meter. Namun saat kejadian, air meluap hingga hampir menyentuh lantai jembatan.

Mirisnya, jembatan yang menghubungkan Gang Ago (RT 05/RW 03) dengan Gang Citra ini merupakan bangunan yang relatif baru. Renovasi besar terakhir baru dilakukan pemerintah sekitar tahun 2022 lalu setelah insiden serupa terjadi.

Baca Juga : Desak Tambang Berizin Segera Dibuka, Bupati Bogor Tegaskan Prioritas Lingkungan dan Solusi Jalan Khusus

“Ini kejadian kedua kalinya. Dulu sisi kanan yang ambruk karena longsor, sekarang sisi Gang Ago yang kena. Ternyata jembatannya cuma bertahan sekitar 2 sampai 3 tahun saja,” keluh Iwan.

Akibat insiden ini, mobilitas warga di lingkungan RT 03, 04, dan 05 terganggu karena akses utama mereka kini terputus total. Meski tidak ada korban jiwa karena warga sempat menjauhi lokasi saat detik-detik ambruknya jembatan, kerugian materiil diperkirakan cukup besar.

Untuk sementara, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui gang sempit di dekat gapura wilayah tersebut. Warga sangat berharap pemerintah Kota Bogor segera melakukan penanganan permanen dan memperkuat dinding penahan tanah (turap) di sepanjang aliran sungai agar musibah serupa tidak terus berulang.

(Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *