Rekam24.com, Bogor – Kejadian genangan air di Masjid Nurul Wathon sempat membuat khawatir jamaah.
Namun, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran bangunan.
Eko menjelaskan, genangan air terjadi akibat saluran pembuangan yang tersumbat oleh sampah di bagian atas bangunan, tepatnya di area dak lantai atas.
“Bukan bocor, tapi lubang pembuangan airnya mampet. Di situ ditemukan sampah seperti gelas plastik bekas minuman, plastik, kertas, dan lainnya,” ujar Eko.
Baca Juga : Diduga Cekcok dengan Pacar, Seorang Perempuan Nekat Terjun ke Jurang Paledang Bogor
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar hingga akhirnya meluap dan menggenangi area tersebut. Ia menegaskan, secara konstruksi, aliran air seharusnya berjalan normal jika tidak terhalang sampah.
Eko menduga sampah tersebut berasal dari ulah pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Kemungkinan besar, sampah dilempar ke bagian atas bangunan.
“Harusnya tidak ada sampah di situ. Kemungkinan ada yang iseng lempar-lemparan, mungkin anak-anak atau pengunjung yang habis minum lalu dibuang sembarangan,” jelasnya.
Baca Juga : EdisiKhusus #1 Jantung Aglomerasi Yang Tak Pernah Tidur, Perputaran Ekonomi Sehari Capai Puluhan Juta
Ia juga menambahkan, sebenarnya tidak ada akses langsung untuk naik ke bagian atas dak tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa sampah masuk dari bawah dengan cara dilempar.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Disperkim tengah mengkaji upaya pengamanan tambahan agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemasangan jaring atau sistem pengaman lainnya di area tersebut.
“Kita sedang pikirkan langkah pengamanan, mungkin pemasangan jaring atau menyesuaikan dengan kondisi di lokasi,” katanya.
Saat ini, kondisi Masjid Nurul Wathon telah kembali normal setelah dilakukan pembersihan saluran. Area yang sebelumnya tergenang juga dipastikan sudah steril dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat.










