Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan siap membangun palang pintu kereta api dan pos penjagaan di sejumlah perlintasan rawan kecelakaan. Namun, realisasi pembangunan tersebut masih menunggu izin serta dukungan sistem dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pemkab Bogor melalui Dinas Perhubungan disebut telah beberapa kali melayangkan surat kepada PT KAI untuk mengajukan pembangunan fasilitas keselamatan di sejumlah titik perlintasan kereta api.
“Pertama kami apabila diizinkan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk membangun pos, yang kedua membangun palang kereta api, yang ketiga diberikan juga sistemnya,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Baca Juga : Diduga Korsleting Komputer, Ruko di Pakansari Cibinong Kebakaran
Menurutnya, sistem informasi kedatangan kereta sepenuhnya berada di bawah kewenangan PT KAI. Karena itu, pemerintah daerah tidak dapat membangun sistem otomatis secara mandiri tanpa adanya kolaborasi.
“Karena yang mengetahui detik berapa kereta akan datang itu kan sistemnya dari PT KAI. Maka prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melindungi masyarakat kita, kami siap untuk membangun palang kereta api, siap membangun pos-posnya, tetapi tentunya keputusan ada di PT KAI,” katanya.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian Pemkab Bogor berada di Kelurahan Ciriung, arah Jagorawi Golf. Perlintasan tersebut disebut telah beberapa kali memakan korban jiwa sehingga pemerintah daerah terus mendorong penanganan permanen.
Baca Juga : Dorong Sustainable Tourism, Erwan Setiawan Tekankan Harmoni Budaya dan Alam di WJTH 2026
“Kami sudah bersurat berkali-kali kepada PT KAI. Akhirnya kami membangun pos sementara, lalu masyarakat swadaya untuk memberikan biaya untuk penjaga palang keretanya. Palang keretanya juga masih manual,” ungkapnya.
Selain perlintasan di Ciriung, Pemkab Bogor juga telah mengajukan penanganan di sejumlah titik lain, termasuk kawasan Gaperi yang dinilai cukup padat dan rawan kecelakaan.
Tak hanya soal palang kereta, Pemkab Bogor juga berharap ada kerja sama lebih luas dengan PT KAI terkait penataan kawasan milik perusahaan tersebut, khususnya di wilayah yang memiliki kepadatan aktivitas masyarakat tinggi.
“Tanah-tanah PT KAI cukup banyak. Salah satunya di sekitar Stasiun Bojong Gede, itu ruas yang cukup padat setiap hari dan di kiri kanan jalannya mayoritas tanah-tanah PT KAI. Makanya berharap bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor supaya kami bisa melakukan penataan lebih maksimal dan optimal,” tandasnya










