Rekam24.com, Bogor – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Para penyuluh lintas agama menggelar aksi gerakan bebersih rumah ibadah yang dipusatkan di Masjid Agung Kota Bogor pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kegiatan sosial ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bogor dan jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Bogor. Menariknya, aksi ini menjadi potret indah toleransi karena melibatkan penyuluh dari berbagai agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, hingga Hindu.
Dalam arahannya, Kepala Seksi Bimas Islam, Dr. H. Iie Naseri, M.M., menekankan pentingnya peran penyuluh yang kontributif dan membumi. Menurutnya, momentum Harlah ini harus menjadi pembuktian eksistensi penyuluh di tengah umat.
Baca Juga : Prabowo Shalat Idul Adha di Luar Negeri, Istiqlal Kebagian Sapi Simental 1,3 Ton
“Penyuluh Agama hari ini harus dapat dirasakan kehadiran dan kemanfaatannya, serta diketahui kerjanya dengan melakukan unjuk kerja yang nyata,” ujar Iie tegas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari implementasi nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Langkah ini diharapkan mampu terus mendongkrak indeks kerukunan beragama di Kota Hujan.
Aksi simpatik ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pihak pengelola masjid. Ketua DKM Masjid Agung Kota Bogor yang diwakili oleh Ketua Bidang Imarah, Bapak Nurdat Ilhamsyah, menyampaikan rasa terima kasih dan syukurnya atas kepedulian para penyuluh.
Baca Juga : Kediaman Presiden Prabowo Salurkan 108 Hewan Kurban untuk Warga Babakan Madang
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergitas sahabat-sahabat selama ini dengan Masjid Agung. Karena tentunya Penyuluh Agama, khususnya Penyuluh Agama Islam, selalu ada dan membersamai dalam dakwah dan kemakmuran Masjid Agung Kota Bogor,” ungkap Nurdat.
Dengan adanya Gerakan Bebersih Rumah Ibadah ini, IPARI diharapkan terus konsisten menjadi motor penggerak moderasi, ekoteologi, dan kemakmuran umat, tidak hanya di lingkungan tempat ibadah tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.









