DLH Kota Bogor Larang Warga Buang Limbah Kurban ke Sungai, Minta Dikubur

DLH) mengimbau masyarakat untuk tidak membuang limbah hasil pemotongan hewan kurban ke aliran sungai atau selokan

Rekam24.com, Bogor – Menjelang perayaan Iduladha, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau masyarakat untuk tidak membuang limbah hasil pemotongan hewan kurban ke aliran sungai atau selokan. Limbah yang dimaksud meliputi darah, kotoran, maupun jeroan yang tidak terpakai.

Sekretaris DLH, Setiawati, menegaskan bahwa membuang limbah kurban ke badan air dapat memicu pencemaran lingkungan yang serius. Sebagai solusinya, ia meminta panitia kurban dan masyarakat untuk mengubur limbah tersebut di dalam tanah.

“Limbahnya itu wajib dikubur, termasuk limbah cairannya juga dimasukkan ke dalam tanah. Jangan dibuang ke sungai atau selokan,” ujar Setiawati, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga : Rayakan Harlah ke-3, IPARI Gelar Aksi Bersih Rumah Ibadah di Bogor

Terkait penanganan kotoran hewan, Setiawati menjelaskan bahwa DLH telah menjalin kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat. Kotoran tersebut nantinya akan dimanfaatkan kembali agar tidak mencemari permukiman warga.

“Untuk kotorannya itu biasanya ada yang memanfaatkan. Dalam hal ini, kita bekerja sama dengan teman-teman dari DKPP,” tambahnya.

Setiawati juga menyoroti kebiasaan buruk masyarakat di sekitar aliran sungai yang sering kali membersihkan atau membuang jeroan hewan langsung ke air. DLH secara tegas meminta kebiasaan tersebut dihentikan demi menjaga ekosistem sungai.

Baca Juga : Prabowo Shalat Idul Adha di Luar Negeri, Istiqlal Kebagian Sapi Simental 1,3 Ton

Selain fokus pada limbah biologis, DLH juga mengampanyekan pembagian daging kurban yang ramah lingkungan. Masyarakat diimbau meminimalisir penggunaan kantong plastik sekali pakai dan beralih ke pembungkus alami seperti daun pisang atau daun jati. Panitia juga disarankan meminta warga membawa wadah sendiri dari rumah saat mengantre daging.

Menurut Setiawati, edukasi mengenai pengelolaan sampah dan limbah ini bukan hal baru. Sosialisasi secara menyeluruh rutin dilakukan, khususnya menjelang hari raya keagamaan.

“Saat sosialisasi pengelolaan sampah, hal ini selalu kami jelaskan. Terutama menjelang Iduladha, biasanya satu bulan sebelumnya kami pasti mengingatkan kembali masyarakat,” pungkas Setiawati.

(Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *