Rekam24.com, Bogor – Kartu bergambar cuaca ternyata dapat menjadi media sederhana bagi lansia untuk mengenali perasaan dan menceritakan pengalaman yang selama ini mereka simpan.
Hal itu dilakukan melalui program Rasa Teduh yang digagas tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University dari tim MENYALA PANTIKU di Panti Wredha Kamilus (PWK) Bogor.
Melalui kegiatan tersebut, para lansia diajak mengelola rasa kesepian dengan cara bercerita, saling mendengarkan, serta memberikan respons positif terhadap pengalaman yang disampaikan peserta lain.
Baca Juga : Bendung Katulampa 0 Cm, Pakar IPB Ungkap Penyebab dan Solusi Krisis Air di Bogor
Dalam kegiatan Rasa Teduh, peserta mengikuti permainan dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua lansia dan satu anggota tim MENYALA PANTIKU.
Setiap peserta memilih kartu bergambar cuaca yang dianggap paling menggambarkan suasana perasaan mereka. Di bagian belakang kartu terdapat pertanyaan reflektif yang kemudian digunakan untuk mengajak peserta bercerita.
Kartu tersebut menjadi sarana bagi para lansia untuk menghubungkan simbol cuaca dengan pengalaman yang pernah mereka alami.
Baca Juga : Bukan Sekadar Lari, IPB RUN 2026 Satukan Semangat Sehat dan Aksi Lestari
Mereka dapat menceritakan pengalaman setelah melewati masa sulit, momen yang membuat bahagia, maupun hal-hal yang masih memberikan harapan dalam kehidupan.
Dengan cara tersebut, cerita yang muncul menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan emosi secara positif.
Kegiatan tidak berhenti pada proses bercerita. Peserta lain juga diberikan kesempatan memberikan respons melalui kartu payung.
Baca Juga : Soroti Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Profesor IPB Tawarkan Konsep ‘Growth Through Equity’
Kartu tersebut menjadi simbol dukungan, perhatian, persahabatan, dan apresiasi terhadap cerita yang telah disampaikan.
Tim MENYALA PANTIKU menjelaskan bahwa Rasa Teduh dirancang untuk membantu lansia memahami kondisi emosional sekaligus membangun dukungan sosial dari lingkungan terdekat.
“Melalui Rasa Teduh, kami ingin memberikan ruang bagi lansia untuk merasa didengar dan dihargai. Ketika mereka mampu menceritakan perasaannya dan mendapatkan respons positif dari teman sebaya, hal tersebut dapat membantu mereka menghadapi rasa kesepian dengan lebih baik,” ujar Fatma, perwakilan tim pelaksana.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para lansia aktif memilih kartu, menceritakan pengalaman mereka, hingga memberikan dukungan kepada peserta lain dalam kelompok.
Melalui Rasa Teduh, tim MENYALA PANTIKU menunjukkan bahwa upaya membantu lansia menghadapi kesepian dapat dimulai dari hal sederhana: menyediakan ruang untuk bercerita dan didengarkan.
Kartu cuaca dan kartu payung menjadi media yang membantu peserta mengenali perasaan, memperoleh dukungan sosial, serta membangun hubungan yang lebih positif dengan teman sebaya.








